4 Fakta Laksamana Muda Maeda Tadashi, Perwira Jepang yang Bantu Kemerdekaan Indonesia

AKURAT.CO, Pada tanggal 17 Agustus setiap tahunnya, seluruh bangsa Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan. Sudah sepantasnya hari peringatan itu dijadikan momen untuk mengenang jasa para pahlawan.
Salah satu nama yang patut dikenang adalah Laksamana Muda Maeda Tadashi. Meski termasuk dalam pasukan militer penjajah, kemerdekaan Indonesia tak bisa lepas dari jasa perwira tinggi ini. Pasalnya, Maeda merupakan salah satu sosok kunci yang mendesak Jepang agar memerdekakan Indonesia. Bahkan, ia bersedia kediamannya dipakai untuk merumuskan teks proklamasi.
Dirangkum oleh AKURAT.CO dari berbagai sumber, inilah 4 fakta Laksamana Muda Maeda Tadashi.
1. Intelijen Jepang agar bisa merebut Indonesia dari tangan Belanda
Bertugas sebagai atase di Den Haag dan Berlin pada tahun 1930an, Maeda banyak tahu tentang Indonesia. Pasalnya, saat di Den Haag, ia kerap berkomunikasi dengan pelajar Indonesia di Belanda, seperti Nazir Pamuntjak, Achmad Subardjo, Mohammad Hatta, dan AA Maramis. Tak heran, pria Jepang ini diberi tugas baru untuk mempelajari pergerakan Indonesia sebelum Jepang menginvasi Indonesia.
Setelah Maeda memberikan laporan tentang Indonesia, dimulaiah perang Asia Timur Raya. Pemerintah Hindia Belanda di Indonesia pun akhirnya menyerah tanpa syarat kepada Jepang lewat perjanjian Kalijati pada tanggal 8 Maret 1942.
2. Perwira tinggi Jepang yang bersimpati pada Indonesia
Sejak Indonesia dikuasai Jepang, pria yang lahir 8 Maret 1898 ini mendapat tugas baru. Ia didapuk sebagai kepala penghubung angkatan laut (Kaigun) yang berpusat di Makassar dengan Angkatan Darat (Rikugun) di Jakarta. Namun, berbeda dari tentara Jepang lainnya, Maeda sejak awal sangat bersimpati terhadap kemerdekaan Indonesia.
Tahun 1944, ia melayangkan permohonan atau pendapat kepada Tokyo agar Indonesia diberi kesempatan untuk merdeka. Selain itu, Maeda juga mendirikan Asrama Indonesia Merdeka di Kebon Sirih, Jakarta. Ia juga kerap berhubungan dengan Sukarno dan Hatta, serta para aktivis muda.
3. Berperan penting dalam kemerdekaan Indonesia
Usai pengeboman Hiroshima dan Nagasaki, tanda-tanda kekalahan Jepang telah terlihat. Sebenarnya, sejak 14 Agustus 1945, Indonesia berada dalam status quo. Artinya, Jepang wajib tunduk pada Sekutu dan tidak boleh mengubah keadaan Indonesia sedikit pun, termasuk bidang administrasinya maupun politik.
Namun, Maeda berinisiatif meminta kepala Gunseikanbu (bagian militer pusat) Mayjen Yamamoto untuk membicarakan masa depan Indonesia di rumahnya. Sayangnya, permintaannya tak membuahkan hasil. Akhirnya, ia nekat ikut memfasilitasi para pemuda dan sejumlah tokoh dalam menyusun teks proklamasi.
Kesediaan Maeda menyediakan kediamannya sebagai tempat perumusan naskah proklamasi menjadi bukti peran pentingnya dalam kemerdekaan Indonesia.
4. Dipuja di Indonesia, dikecam di negaranya sendiri
Setelah Indonesia merdeka, suami Nishimura Fumiko ini ditangkap Sekutu pada 1946 dan dipenjara di Gang Tengah (Rutan Salemba) selama 1 tahun. Setelah itu, ia dipulangkan ke Jepang. Sayangnya, di Negeri Matahari Terbit, ia banyak menuai kecaman. Semua akses untuknya pun ditutup dan Maeda mendapat kesulitan luar biasa selepas dari dinas militer. Bahkan, ia meninggal dunia dalam kondisi kekurangan.
Namun, di Indonesia nama Laksamana Muda Maeda seharum pahlawan nasional, bahkan hingga saat ini. Atas jasanya, pada tahun 1973, ia diundang pemerintah Indonesia untuk menghadiri perayaan Hari Proklamasi. Maeda juga dianugerahi Bintang Jasa Nararya.
Laksamana Muda Maeda Tadashi mengembuskan napas terakhirnya pada 13 Desember 1977. Wafat di usia 79 tahun, jasa perwira Jepang ini patut dikenang sepanjang masa oleh warga Indonesia. Dirgahayu RI! []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo dan El-Sisi Tingkatkan Kerja Sama Pendidikan, Mesir Beri Tambahan Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia
- 10Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun



