Tutup Usia, 5 Fakta Sepak Terjang Suami Martha Tilaar yang Peduli Pendidikan

AKURAT.CO, Kabar duka datang dari pemilik Martha Tilaar Group sekaligus tokoh pendidikan Indonesia, Profesor Henry Alexis Rudolf Tilaar. Suami dari Martha Tilaar tersebut dikabarkan telah meninggal dunia pada Rabu (30/10) pukul 10.48 WIB, di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
Sebelum tutup usia, Henry rupanya sempat dirawat di RSPAD Gatot Subroto, karena mengalami beberapa komplikasi penyakit akibat faktor usia. Saat ini, jenazah Henry telah disemayamkan di Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Soebroto, Ruang VIP G.
Dihimpun oleh AKURAT.CO dari berbagai sumber, berikut 5 fakta sepak terjang Henry Alexis Rudolf Tilaar.
1. Lulusan Amerika Serikat
Setelah lulus SMA, pria kelahiran Tataraan, Tondano Selatan, Minahasa, Sulawesi Utara, 16 Juni 1932, tersebut melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia tahun 1961. Kemudian pada tahun 1964, ia mendapat kesempatan belajar melalui jalur beasiswa di University of Chicago, Amerika Serikat (AS). Setelah itu, ia menempuh program S2 dan lulus dengan gelar Master of Science of Education di Indiana University, Bloomington, Amerika Serikat, tahun 1967. Terakhir, ia juga mengambil pendidikan doktor di kampus yang sama tahun 1969.
2. Sempat menempuh program pascasarjana di berbagai universitas
Pendidikan rupanya menjadi bagian terpenting dalam hidup Henry. Ia rupanya sempat menempuh beberapa program pascasarjana. Seperti pada tahun 1965, ia pernah menempuh pendidikan di University of Wisconsin at Milwaukee, yang kemudian dilanjutkan di University of Missouri pada tahun 1966. Selain itu, Henry juga sempat belajar di Michigan State University pada tahun 1969, serta University of Sussex, dan Institute of Development Studies tahun 1972.
3. Berkarier sebagai pendidik
Sejak tahun 1952, Henry rupanya sudah berkarier sebagai seorang pendidik, hingga pada tahun 1997, ia menjadi guru besar di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Sebelumnya, ia juga sempat menjadi Dekan Fakultas Pascasarjana UNJ pada tahun 1976 hingga 1980. Terakhir, ia juga menjadi guru besar di Universitas Indonesia, serta Universitas Kristen Indonesia, Jakarta.
4. Bekerja di Bappenas
Selain aktif di dunia pendidikan, Henry juga sempat bekerja di pemerintahan. Pada tahun 1970, ia pernah menjabat sebagai staf ahli Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) hingga 1974. Kemudian, pada tahun 1984, Henry diangkat menjadi Kepala Biro Pendidikan dan Kebudayaan, serta menjadi staf inti Bappenas sebagai Asisten Menteri Negara Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, tahun 1986.
5. Mendirikan Martha Tilaar Group
Martha Tilaar Group berdiri setelah Henry pulang dari AS tahun 1969. Berawal dari kecintaan sang istri, Martha Tilaar, pada kecantikan, Henry pun kemudian memutuskan untuk mendukung usaha sang istri dalam membuat produk kecantikan di Tanah Air. Sang istri yang merupakan lulusan ilmu kecantikan Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, AS, tersebut mengeluarkan produk pertamanya bernama Sariayu Martha Tilaar.
Usahanya pun berjalan lancar. Pada tahun 1983, keduanya mendirikan PT Sari Ayu Indonesia. Seiring berjalannya waktu, perusahaan tersebut berkembang menjadi Martha Tilaar Group, di mana usahanya tersebut sukses memproduksi berbagai merek kosmetik, perawatan tubuh, spa, serta jamu yang kini terkenal hingga luar negeri.
Itulah sederet fakta sepak terjang Henry Alexis Rudolf Tilaar. Rencananya, jenazah Henry akan dimakamkan di pemakaman San Diego Hills, Karawang, pada Sabtu, 2 November 2019.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik


