Berjuang Melawan Thalasemia, Semangat Hidup Rani Tak Pernah Surut

AKURAT.CO, Sepintas tak ada yang berbeda dari Rani Agustin. Namun, ternyata gadis berusia 9 tahun tersebut sedang berjuang melawan penyakit thalasemia yang sudah diidapnya sejak umurnya 17 bulan. Rani terlihat tetap semangat dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari seperti teman-temannya.
Thalasemia merupakan penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika dan menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi secara normal. Oleh karena itu, para penderita penyakit ini memiliki tingkat oksigen dalam tubuh yang lebih rendah.
Rani tinggal bersama ibunya, Tini Rosmiati (40) di rumah berukuran 4x2 meter persegi yang berlokasi di Jalan Leuwipanjang, Gang Kebon Kalapa RT 13/07, Kelurahan Situsaeur, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung. Di dalamnya cukup panas, karena tak ada ventilasi maupun kipas angin.
Anak pasangan Dede Supriatna dan Tini Rosmiati ini kondisinya cukup memprihatinkan, limpanya semakin membesar, bahkan tiap dua kali dalam seminggu, Rani harus dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan transfusi darah. Normalnya, ungkap Tini, untuk sekali transfusi bisa menghabiskan uang Rp6 juta.
"Untung ada BPJS Kesehatan jadi aja gratis. Soalnya ibu mah cuma tukang cuci baju keliling, sementara si bapak kerjanya serabutan di luar kota," tukas Tini.
Demi membantu suaminya, Tini juga bekerja serabutan membantu orang lain yang membutuhkan tenaganya. Sebagai buruh serabutan, tentu saja upah yang diperoleh tak begitu menjanjikan. Bahkan, untuk keperluan anaknya berobat, sesekali Tini harus meminjam uang ke tetangga sekedar ongkos ke rumah sakit. Namun, hal itu dijalankannya dengan ikhlas demi melihat sang anak sehat seperti sediakala.
"Saya ingin lihat anak sehat. Alhamdulillah, selama ini dia aktif, kalau di sekolah dia juga aktif ikut olahraga, bermain sama teman-temannya," urai Tini.
Tini bersyukur, apa yang dialami anak tercintanya mendapat banyak perhatian dari sejumlah pihak, tak terkecuali Polsek Bojongloa Kidul. Kepolisian wilayah itu kerap berikan bantuan sosial, juga semangat kepada gadis yang saat ini masih duduk di bangku kelas 3 SD ini.
Kepala Polsek Bojongloa Kidul, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi Rani saat ini. Sebagai polisi, dirinya memiliki kewajiban dalam memberikan rasa nyaman kepada warganya.
"Kita melihat ada salah satu anak yang memiliki kekurangan dengan penyakit thalasemia ini. Dan, ini wujud kepedulian sosial kami, bahwasanya anak sekecil itu luar biasa menanggung beban penyakit seperti itu," ucap Dewi.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 420 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 5Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 6Real Madrid vs PSG: Jose Mourinho Senang dengan Wasit yang Pimpin Laga Malam Ini
- 730 Kata-Kata untuk Poster Hari Santri 2026 yang Singkat dan Penuh Makna
- 8Link Download PDF Hari Santri 2026 dari Kemenag, Ada Teks Doa dan Pedoman Upacara
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot



