Akurat Logo

Di Belt and Road Journalist Forum, Ketum JMSI Jelaskan Soal Karhutla ke Pimpinan Organisasi Pers ASEAN

Aldi Gultom | 16 Oktober 2026, 04:45 WIB
Di Belt and Road Journalist Forum, Ketum JMSI Jelaskan Soal Karhutla ke Pimpinan Organisasi Pers ASEAN
Teguh Santosa (tengah) di acara welcome banquet Belt and Road Journalists Forum, Nanjing, Tiongkok. (Dok. pribadi)

AKURAT.CO Situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sedang melanda wilayah Indonesia di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi menjadi salah satu hal yang ditanyakan wartawan internasional kepada Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Dr. Teguh Santosa di sela jamuan makan malam menyambut peserta 2026 Belt and Road Journalist Forum di Nanjing, Tiongkok, Kamis (15/10/2026) malam.

Kegiatan yang diselenggarakan All China Journalists’ Association (ACJA) ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta dari hampir 100 negara dari semua benua di dunia. Selain delegasi Indonesia, dari Asia Tenggara juga hadir delegasi Filipina, Thailand, Kamboja, Laos, dan Vietnam.

“Wartawan ASEAN peduli dan prihatin atas bencana ini dan dampak berupa sebaran asap yang melintasi batas-batas negara, terutama ke Singapura dan Malaysia,” ujar Teguh.

“Saya sampaikan kepada teman-teman pimpinan organisasi wartawan ASEAN bahwa pemerintah Indonesia sudah barang tentu tidak tinggal diam dan telah melakukan banyak hal agar penderitaan masyarakat di kawasan karhutla maupun di negara tetangga dapat segera diakhiri,” ujar Teguh lagi.

Seluruh elemen pemerintah bersama masyarakat telah berjibaku di lapangan, bekerja keras tanpa kenal lelah untuk mengendalikan dan memadamkan titik-titik api.

Teguh juga mengutip penjelasan para ahli yang mengatakan bahwa karhutla di Indonesia memiliki karakteristik yang khas dan kompleks karena sebagian besar terjadi di wilayah lahan gambut.

Kondisi ini memunculkan fenomena “api dalam sekam”, di mana walaupun api di permukaan tanah tampak sudah berhasil dipadamkan, tapi ancaman belum sepenuhnya berakhir. Ini karena bara api masih tersimpan dan merayap di lapisan bawah tanah.

Baca Juga: Indonesia Kerahkan 60 Ribu Personel Tangani Karhutla, Menlu Tata Akui Cuaca Jadi Tantangan

Karakter lahan yang khas ini diperparah musim panas berkepanjangan akibat El Nino Godzilla.

“Kita tidak sedang mencari-cari alasan. Tetapi inilah fakta, dan kita tengah bekerja sangat keras untuk mengatasi bencana ini,” sambungnya lagi.

Teguh juga memaparkan langkah-langkah penegakan hukum yang telah diambil oleh pemerintah. Berdasarkan keterangan Menteri Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat, pemerintah Indonesia telah mengambil tindakan tegas dengan memproses hukum sejumlah perusahaan serta individu yang dinilai turut bertanggung jawab atas terjadinya kebakaran hutan dan lahan tersebut. Tercatat, sebanyak 40 perusahaan dan 125 individu kini tengah menghadapi proses hukum dan sanksi tegas dari pemerintah.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.