Akurat Logo

Kepala BNPB Kristomei Sianturi Prioritaskan Kolaborasi dan Respons Cepat Penanganan Bencana

Moehamad Dheny Permana | 15 Oktober 2026, 20:48 WIB
Kepala BNPB Kristomei Sianturi Prioritaskan Kolaborasi dan Respons Cepat Penanganan Bencana
Kepala BNPB, Kristomei Sianturi, memberikan keterangan pers usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). - Foto: Akurat.co/Moehamad Dheny Permana

AKURAT.CO Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kristomei Sianturi, menegaskan komitmennya untuk memperkuat penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Kristomei usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

"Pada hari ini saya sudah resmi, dilantik oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto, sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kepala BNPB. Tadi juga diawali dengan kenaikan pangkat kami dari mayor jenderal menjadi letnan jenderal. Jadi, sah hari ini saya bertugas sebagai Kepala BNPB," jelasnya.

Dalam menjalankan tugas sebagai Kepala BNPB, Kristomei akan memprioritaskan penanganan berbagai bencana yang sedang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Menurutnya, kompleksitas tantangan bencana membutuhkan langkah penanganan yang cepat dan terpadu.

Baca Juga: Prabowo Lantik Kepala BNPB serta Kepala dan Wakil Kepala BPGMN

"Saya melihat memang kita sedang menghadapi bencana, baik kebakaran hutan, ada yang banjir, dan semua bencana, erupsi gunung merapi dan sebagainya. Jadi, kita akan fokus ke sana dengan prinsip saya adalah kolaborasi, responsif, integratif, dan sinkronisasi," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan sinergi seluruh unsur pemerintah dan masyarakat. Kristomei menganalogikan kerja sama tersebut seperti tali tambang yang kekuatannya terbentuk dari keterpaduan seluruh bagian.

"Jadi semua terlibat, semua kementerian, lembaga, TNI, Polri harus sama-sama kita, termasuk masyarakat. Jadi ada kesinkronisasi antara aturan pusat dan aturan daerah," katanya.

Kristomei turut menyoroti pentingnya sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah. Termasuk penguatan koordinasi dengan lembaga terkait seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Sebagai langkah awal, Kristomei menyebut akan melakukan konsolidasi internal untuk mempelajari sekaligus memastikan upaya penanganan bencana berjalan cepat dan optimal.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.