Akurat Logo

Kendaraan Listrik Dinilai Lebih Hemat, Pengguna Harapkan SPKLU Diperluas

Wahyu SK | 10 Oktober 2026, 20:35 WIB
Kendaraan Listrik Dinilai Lebih Hemat, Pengguna Harapkan SPKLU Diperluas
Launching SPKLU Center Nusa Volt di Cibubur. - Foto: PT Persembahan Anugrah Prakasa

AKURAT.CO Efisiensi biaya operasional menjadi salah satu alasan Nia (45), warga Cibubur, beralih menggunakan kendaraan listrik sejak Februari 2026.

Menurutnya, biaya pengisian daya jauh lebih hemat dibandingkan pengeluaran untuk bahan bakar minyak (BBM).

Nia mengungkapkan, sebelum menggunakan mobil listrik, pengeluaran untuk bensin bisa mencapai Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per hari.

Sementara itu, biaya pengisian daya mobil listrik berkisar Rp60 ribu hingga Rp80 ribu, bergantung pada jarak tempuh dan kebutuhan penggunaan kendaraan.

“Kalau bensin mungkin sehari bisa Rp150 ribu sampai Rp200 ribu. Tapi kalau listrik, paling habis sekitar Rp60 ribu, tergantung kalau dibawa jauh,” ujar Nia, di kawasan Cibubur, Sabtu (10/10/2026).

Selain lebih hemat, Nia menilai penggunaan kendaraan listrik memberikan keuntungan lain, termasuk kemudahan mobilitas di wilayah yang menerapkan kebijakan ganjil genap.

Meski demikian, ia berharap ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) terus ditingkatkan, terutama di wilayah yang masih minim fasilitas pengisian daya.

Menurutnya, penambahan SPKLU dapat memudahkan pengguna menemukan lokasi pengisian dan mengurangi waktu tunggu akibat antrean.

"Lebih mudah mencarinya, enggak susah-susah cari (SPKLU). Kami pengguna tentu mencari untuk cas 24 jam," ujarnya.

“Semoga SPKLU ditambah lagi di titik-titik yang jarang tersedia, supaya pengguna kendaraan listrik lebih mudah mencari tempat untuk mengisi daya,” tambahnya.

Baca Juga: IBS 2026 Soroti Peran Baterai di Luar Kendaraan Listrik

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

W
Reporter
Wahyu SK
W
Editor
Wahyu SK