Akurat Logo

Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Indonesia Timur, Gibran Soroti Pemanfaatan Metode GASING

Ayu Rachmaningtyas | 1 Oktober 2026, 16:11 WIB
Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Indonesia Timur, Gibran Soroti Pemanfaatan Metode GASING
Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, menerima jajaran pengurus Ruang Aksi Pemimpin Indonesia (RAPI) di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat.

AKURAT.CO Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, menerima jajaran pengurus Ruang Aksi Pemimpin Indonesia (RAPI) untuk membahas upaya percepatan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia Timur. Khususnya melalui penerapan metode pembelajaran inovatif, untuk membantu anak-anak menguasai kemampuan dasar membaca dan berhitung.

Gibran menekankan pentingnya perhatian terhadap berbagai tantangan pendidikan di Indonesia Timur, termasuk Papua. Salah satu upaya yang dibahas adalah pemanfaatan Metode GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) yang dikembangkan oleh Profesor Yohanes Surya.

Menurutnya, metode ini mengedepankan pembelajaran yang menyenangkan melalui kegiatan bermain dan bernyanyi agar anak-anak lebih mudah memahami materi.

Baca Juga: Guru Besar UIN Jakarta Suwendi: Subkultur Pesantren Menjadi Identitas dalam Sistem Pendidikan Nasional

"Tadi kan dibahas masalah anak-anak yang belum bisa membaca, belum bisa berhitung, saya kira dengan Metode GASING ini mereka bisa cepat masuk. Jadi belajar sambil bernyanyi, bermain game. Tapi membutuhkan coach-coach (pelatih) yang banyak seperti ini dan metodenya memang dibikin se-fun (menyenangkan) mungkin," kata Gibran, dikutip Kamis (1/10/2026).

Dia juga mengemukakan gagasan untuk memperluas penerapan metode pembelajaran tersebut melalui kolaborasi bersama RAPI, terutama di daerah yang membutuhkan perhatian khusus dalam peningkatan kualitas pendidikan.

"Ini mungkin ke depan bisa kita kolaborasikan Pak. Profesor Yohanesnya turun langsung ke sini," ungkapnya.

Di sisi lain, dia juga menilai pendekatan pendidikan di sejumlah wilayah Papua perlu disesuaikan dengan karakter budaya dan potensi yang dimiliki masyarakat setempat. Seperti halnya Sekolah Lapang Sagu di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, yang mengintegrasikan pembelajaran dengan pengetahuan dan praktik masyarakat setempat.

"Ini sekaligus mendorong pemberdayaan melalui pengembangan hilirisasi sagu untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Baca Juga: Kewajiban Penguasa Memfasilitasi Pendidikan Rakyat: Dosa Jariyah Jika Melalaikannya?

Usai pertemuan dengan Wapres, pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina RAPI, Jimmy Boaz Oentoro, menyampaikan apresiasi atas kesempatan bertemu dan berdiskusi dengan Wapres.

Dalam pertemuan tersebut, RAPI menyerahkan dokumen pemikiran (white paper) yang memuat hasil studi dan rekomendasi untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di Indonesia Timur.

"Hari ini pertemuan yang sangat hangat dengan Bapak Wapres Mas Gibran Rakabuming Raka untuk memberikan white paper, pemikiran-pemikiran kepada beliau dari tim kami bagaimana akselerasi pendidikan khususnya di Indonesia Timur," papar Jimmy.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.