Akurat Logo

Langkah Mekari Akselerasi Efisiensi Bisnis dan Hapus Shadow AI di Indonesia

Siti Nur Azzura | 30 September 2026, 19:45 WIB
Langkah Mekari Akselerasi Efisiensi Bisnis dan Hapus Shadow AI di Indonesia
Mekari Conference 2026.

AKURAT.CO Di tengah tingginya antusiasme terhadap artificial intelligence (AI), Mekari Conference 2026 menyoroti tantangan yang semakin nyata: bagaimana organisasi dapat memanfaatkan AI secara aman, produktif, dan bertanggung jawab tanpa mengorbankan keamanan data maupun kualitas pengambilan keputusan manusia.

Momentum tersebut hadir di saat Indonesia menunjukkan percepatan adopsi AI yang signifikan. Berdasarkan laporan ASEAN Intelligence 2026 menunjukkan bahwa 62 persen perusahaan Indonesia telah menjadi first mover dalam adopsi AI di kawasan Asia Tenggara.

Sementara itu, survei Salesforce 2026 menunjukkan 70 persen pekerja Indonesia merasa lebih percaya diri menggunakan AI di tempat kerja karena kebiasaan personal mereka, namun baru 33 persen yang mendapatkan pelatihan AI resmi dari perusahaan.

Baca Juga: Trump Perintahkan Pemerintah AS Ganti Istilah AI Jadi Super Intelligence

Survei ini menunjukkan tingginya antusiasme pekerja terhadap AI belum sepenuhnya diimbangi kesiapan organisasi. Data lain menunjukkan baru sekitar 26 persen perusahaan di Indonesia yang berhasil mengintegrasikan AI secara penuh ke dalam operasional bisnis.

Kesenjangan ini memunculkan fenomena Shadow AI, situasi ketika karyawan menggunakan aplikasi AI pribadi atau tidak terotorisasi untuk menyelesaikan pekerjaan kantor, sehingga meningkatkan risiko kebocoran data dan pelanggaran privasi perusahaan.

Forum Strategis yang Mempertemukan Para Pemimpin AI Global dan Nasional

Memperkuat posisinya sebagai salah satu konferensi AI bisnis terbesar di Indonesia, Mekari Conference 2026 menghadirkan deretan pembicara dari organisasi yang berada di garis depan perkembangan teknologi global maupun transformasi digital nasional.

Chief Executive Officer (CEO) Mekari, Suwandi Soh, menegaskan bahwa tantangan terbesar perusahaan saat ini bukan lagi apakah AI akan digunakan, melainkan bagaimana memastikan AI digunakan secara aman dan bertanggung jawab.

Baca Juga: Kemnaker Pakai AI untuk Verifikasi Program Magang Nasional

Pekerja Indonesia memiliki antusiasme yang luar biasa terhadap AI. Namun ketika perusahaan tidak menyediakan infrastruktur yang memadai, karyawan akan mencari solusi sendiri. Di sinilah risiko Shadow AI muncul.

"Tantangan kita bukan menghentikan penggunaan AI, tetapi menyediakan AI yang aman, terintegrasi, dan sesuai kebutuhan bisnis. Melalui Mekari Airene, kami membawa AI langsung ke dalam alur kerja bisnis sehari-hari dengan fondasi keamanan yang didukung sertifikasi ISO/IEC 27001 dan ISO/IEC 27701," ujar Suwandi Soh, dikutip Rabu (30/9/2026).

Dia juga menekankan bahwa AI seharusnya tidak menggantikan manusia, melainkan memperkuat kemampuan profesional dalam berpikir kritis, menganalisis informasi, dan mengambil keputusan yang lebih baik.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.