Akurat Logo

Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove Perkuat Pencegahan Karhutla dari Hulu

Moehamad Dheny Permana | 25 September 2026, 13:18 WIB
Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove Perkuat Pencegahan Karhutla dari Hulu
Presiden Prabowo Subianto berdiskusi bersama sejumlah pakar dan akademisi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9/2026). - Foto: Biro Pers Setpres

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto memutuskan pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan lahan gambut, sekaligus mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar tidak terus berulang dari tahun ke tahun.

Keputusan tersebut menjadi salah satu hasil dari diskusi Presiden Prabowo bersama sejumlah akademisi, mengenai pengelolaan lahan gambut dan potensi kebakaran yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengatakan Presiden Prabowo secara langsung mendengarkan pandangan para ahli untuk memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai persoalan tersebut.

Baca Juga: Prabowo Dorong Pengelolaan Lahan Gambut Berbasis Sains, Libatkan Ilmuwan hingga Masyarakat Desa

"Mendengar langsung dari para ahli menjadi langkah penting untuk memahami persoalan dari berbagai sudut pandang," ujar Seskab Teddy dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/9/2026).

BPGMN nantinya akan melibatkan para ilmuwan dan profesional. Pelibatan tersebut diarahkan untuk memperkuat berbagai upaya pencegahan, riset, pemetaan, serta sistem deteksi dini dan titik panas sebagai bagian dari pengelolaan kawasan gambut yang lebih komprehensif.

Selain pembentukan BPGMN, penguatan operasi darat turut menjadi perhatian dalam penanganan karhutla. Satgas Darat akan dioptimalkan agar dapat merespons dan menangani kebakaran secara langsung di lokasi sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Langkah berikutnya adalah mengoptimalkan pemanfaatan pompa air, termasuk pompa portabel dan pengeboran dangkal. Sarana tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas penanganan kebakaran, terutama di kawasan gambut yang memiliki karakteristik khusus dan membutuhkan respons cepat di lapangan.

Seskab Teddy juga menekankan pentingnya keterlibatan perangkat desa dan masyarakat sekitar melalui kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA). Masyarakat yang berada paling dekat dengan kawasan gambut, memiliki peran penting dalam melakukan pencegahan sekaligus memberikan respons awal secara cepat ketika kebakaran terjadi.

Baca Juga: Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla

Pendekatan tersebut menunjukkan upaya pemerintah untuk mengintegrasikan pengetahuan ilmiah, teknologi, penguatan operasi lapangan, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan gambut serta pencegahan karhutla.

"Dengan mempertemukan pengetahuan para ilmuwan, teknologi, dan pengalaman masyarakat di lapangan, pengelolaan gambut diharapkan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh, sekaligus menjaga ekosistem dan mencegah karhutla agar tidak terus berulang," jelasnya.

Melalui langkah tersebut, pemerintah mendorong pengelolaan gambut yang lebih terintegrasi, mulai dari pencegahan dan deteksi dini hingga penguatan respons di lapangan, dengan melibatkan ilmuwan, profesional, pemerintah daerah, serta masyarakat yang berada di sekitar kawasan gambut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.