Indonesia–Australia Perkuat Kemitraan Strategis Usai Traktat Jakarta 2026

AKURAT.CO Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, bersama Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menghadiri 2+2 Foreign and Defence Ministers' Meeting Indonesia–Australia di Commonwealth Parliamentary Office, Melbourne, Rabu (26/8/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan kemitraan strategis Indonesia–Australia di bidang politik luar negeri dan pertahanan, serta kontribusi bersama dalam menjaga keamanan, stabilitas, dan ketahanan kawasan Indo-Pasifik.
Sjafrie mengatakan, pertemuan ini menjadi forum 2+2 pertama setelah Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menandatangani Treaty on Common Security di Jakarta pada Februari 2026.
Kesepakatan tersebut mencerminkan semakin kuatnya tingkat kepercayaan antara Indonesia dan Australia, sebagai dua negara bertetangga yang memiliki kepentingan bersama dalam menjaga keamanan dan stabilitas kawasan.
"Indonesia memandang pertemuan ini dalam semangat bertetangga yang baik, berdasarkan saling menghormati, saling memberikan manfaat, serta tetap berpegang pada politik luar negeri bebas dan aktif," kata Sjafrie, dikutip Kamis (27/8/2026).
Dalam pertemuan ini juga dibahas tentang implementasi Treaty on Common Security. Kedua negara mendorong agar kerja sama tidak berhenti pada kesepakatan di tingkat politik, tetapi diterjemahkan melalui konsultasi strategis yang semakin reguler dan mekanisme komunikasi yang efektif.
Pelaksanaan Treaty tetap berlandaskan penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial, prinsip nonintervensi, serta tidak mengubah prinsip dasar politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.
Di bidang pertahanan, Menhan Sjafrie menyampaikan perkembangan proses ratifikasi Defence Cooperation Agreement (DCA) yang ditandatangani di Magelang pada 2024 serta penyelesaian Implementing Arrangement.
Indonesia dan Australia juga terus memperkuat program latihan bersama, pendidikan dan pertukaran personel, kerja sama industri pertahanan, serta pengembangan infrastruktur pendukung di Morotai.
Latihan Keris Woomera yang akan digelar pada Oktober 2026 menjadi salah satu agenda utama untuk semakin meningkatkan kemampuan dan interoperabilitas kedua angkatan bersenjata. Pertemuan ini juga membahas tentang penguatan Maritime Domain Awareness.
"Indonesia dan Australia sepakat bahwa kerja sama keamanan maritim memberikan manfaat langsung bagi kedua negara, termasuk melalui patroli terkoordinasi dan latihan bersama. Indonesia menekankan bahwa penguatan kerja sama tersebut tetap menghormati kedaulatan dan yurisdiksi masing-masing negara," ujarnya.
Pertemuan juga membahas penguatan Comprehensive Strategic Partnership Indonesia–Australia serta gagasan membangun ketahanan kawasan secara lebih luas. Kerja sama mencakup aspek pertahanan dan keamanan, ketahanan ekonomi, pangan dan energi, teknologi, lingkungan, keamanan maritim, serta pencegahan konflik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 6India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan






