Pemerintah Pastikan Program Prioritas Presiden Sentuh Kawasan Perbatasan

AKURAT.CO Pengelolaan dan pengembangan kawasan perbatasan negara kini terus mengalami kemajuan pesat, seiring dengan penguatan peran Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI).
Sebagai lembaga yang mengemban amanat mengelola kawasan perbatasan Indonesia, BNPP RI berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada kedaulatan wilayah, tetapi juga mendorong pemerataan pembangunan nasional hingga ke batas negeri.
Saat ini, BNPP RI tercatat mengelola 15 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu yang membentang dari barat hingga timur Indonesia. Seluruh 15 PLBN tersebut meliputi Serasan, Jagoi Babang, Aruk, Entikong, Badau, Sebatik, Labang, Long Nawang, Motaain, Motamasin, Wini, Napan, Skouw, Sota, dan Yetetkun.
Baca Juga: PLBN Aruk Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Tegaskan Peran Perbatasan sebagai Beranda Depan Negara
Juru Bicara BNPP RI, Nadia Mulya, menjelaskan bahwa keberadaan PLBN memiliki fungsi yang jauh lebih strategis dari sekadar titik lintasan perbatasan antarnegara.
"PLBN bukan sekadar tempat keluar masuk orang dan barang antarnegara. Lebih dari itu, PLBN hadir untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, memperkuat konektivitas antarwilayah, menjaga keamanan kawasan, serta membuka ruang seluas-luasnya bagi tumbuhnya aktivitas sosial dan ekonomi warga di perbatasan," ujar Nadia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Guna meningkatkan efisiensi dan jangkauan pelayanan, BNPP RI juga terus mengakselerasi percepatan pembangunan infrastruktur PLBN baru serta memperluas kapasitas pelayanan lintas batas orang dan barang di wilayah perbatasan lainnya.
Baca Juga: PLBN Skouw Peringati HUT ke-81 RI, Tegaskan Peran Perbatasan sebagai Gerbang Kedaulatan Negara
Tidak hanya mempercepat pembangunan fisik dan konektivitas, BNPP RI memastikan kehadiran negara dirasakan secara nyata oleh masyarakat perbatasan melalui penyaluran dan pengawalan berbagai program prioritas Presiden.
Nadia menegaskan, program-program strategis nasional yang direalisasikan mencakup perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), penyediaan program Makan Bergizi Gratis di sejumlah lokasi PLBN, hingga pengembangan ekosistem Kampung Nelayan Merah Putih di kawasan pesisir perbatasan.
"Melalui integrasi antara penguatan kawasan perbatasan dan implementasi program prioritas pemerintah, BNPP RI berkomitmen mewujudkan kawasan perbatasan yang mandiri, sejahtera, serta menjadi garda terdepan bangsa yang berdaya saing," pungkas Nadia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 5Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 6Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 7Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara








