KPN Berdaulat Dukung Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal

AKURAT.CO Komite Pengacara Nusantara Berdaulat (KPN Berdaulat) menyatakan dukungan terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto menertibkan aktivitas pertambangan ilegal yang disampaikan dalam pidato kenegaraan, Jumat (14/8/2026).
Presiden KPN Berdaulat Rahmad Lubis menilai penertiban tambang ilegal penting untuk mencegah kebocoran pendapatan negara sekaligus mendukung pembiayaan program prioritas pemerintah.
“Kami mendukung penuh instruksi Presiden Prabowo untuk menindak tegas penambangan ilegal. Penertiban ini bukan sekadar penegakan hukum, melainkan langkah vital agar program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis dapat terlaksana dengan optimal tanpa terkendala anggaran,” ujar Rahmad dalam keterangan pers, Jumat (14/8/2026).
Menurut Rahmad, aktivitas pertambangan tanpa izin berpotensi mengurangi penerimaan negara dan menghambat optimalisasi anggaran pembangunan. Karena itu, penertiban dinilai perlu dilakukan secara konsisten dan disertai pengawasan terhadap pengelolaan sumber daya alam.
Baca Juga: Prabowo Tugaskan Tim Gabungan dan Kirim Bantuan, Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT
Selain penegakan hukum, KPN Berdaulat meminta pemerintah menyiapkan solusi bagi masyarakat yang menggantungkan penghidupan dari aktivitas pertambangan.
Rahmad berharap pemerintah dapat mempertimbangkan pemberian Izin Pertambangan Rakyat (IPR) apabila memenuhi ketentuan regulasi dan kondisi di lapangan. Menurutnya, legalisasi melalui mekanisme yang sesuai dapat memberikan kepastian bagi masyarakat sekaligus mendorong pengelolaan pertambangan yang lebih tertib dan memperhatikan lingkungan.
KPN Berdaulat menilai penataan sektor pertambangan perlu dilakukan dengan prinsip transparansi, keadilan, dan keberlanjutan. Penertiban tidak hanya diarahkan pada aktivitas ilegal, tetapi juga harus memastikan masyarakat memperoleh ruang ekonomi yang sesuai dengan ketentuan hukum.
“Jangan biarkan alam rusak untuk memperkaya segelintir mafia. Pengelolaan tambang secara tertata baik bisa menjalankan program prioritas presiden,” tegas Rahmad.
KPN Berdaulat berharap penataan sektor pertambangan dapat memperkuat penerimaan negara sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan dan kesejahteraan masyarakat yang menjadi agenda pemerintahan Presiden Prabowo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 7Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver





