Menko PM: Jangan Sampai Industri Tumbuh Tapi Masyarakat Tertinggal

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar, menegaskan pertumbuhan industri harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dia menyoroti kondisi Gresik yang memiliki kawasan industri besar, tetapi masih menghadapi persoalan pengangguran dan rendahnya partisipasi angkatan kerja.
Oleh karena itu, negara hadir memastikan masyarakat di sekitar kawasan industri memperoleh akses terhadap pekerjaan, pendidikan, dan peluang usaha.
Baca Juga: GAPKI Gelar 9th Borneo forum 2026 Bahas Potensi Industri Sawit sebagai Penggerak Ekonomi Indonesia
"Jangan sampai industri tumbuh besar, tetapi masyarakat di sekitarnya justru tertinggal. Ini yang harus kita koreksi. Pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya mengandalkan trickle down effect," ujar Muhaimin saat mengunjungi Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Gresik, Jawa Timur, dikutip Minggu (9/8/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya intervensi negara untuk menjembatani potensi industri dengan masyarakat. Karena itu, pesantren didorong menjadi salah satu pusat pemberdayaan yang menghubungkan pendidikan, dunia kerja, UMKM, dan akses ekonomi masyarakat.
"Pesantren harus menjadi pusat pemberdayaan. Bukan hanya mencetak SDM unggul, tetapi juga membuka akses kerja dan kemudahan berusaha bagi masyarakat," katanya.
Upaya tersebut dikembangkan melalui ekosistem sosial ekonomi pesantren di Ponpes Ihyaul Ulum. Ekosistem ini mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan, mulai dari peningkatan kualitas SDM, kesehatan, kesiapan kerja, pendampingan UMKM, sertifikasi halal, hingga penguatan hubungan dengan dunia industri.
Sementara itu, penguatan akses kerja dilakukan melalui link and match SMK berbasis pesantren dengan dunia industri. Muhaimin menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Rumah Vokasi Kabupaten Gresik, dan Tim Koordinasi Daerah Vokasi.
Dari 62 SMK di Kabupaten Gresik, sebanyak 35 di antaranya berbasis pesantren dengan sekitar 7.883 siswa. Kerja sama tersebut diarahkan untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri, memperkuat sertifikasi kompetensi, serta membuka akses penempatan kerja bagi lulusan.
Baca Juga: Nepal Buka Jalan Legalisasi Ganja, Provinsi Gandaki Izinkan Budidaya untuk Medis dan Industri
"Anak-anak SMK berbasis pesantren harus memiliki akses yang sama ke dunia industri. Jangan sampai industri tumbuh besar, tetapi lulusan di sekitarnya tidak terserap karena kompetensinya tidak tersambung dengan kebutuhan industri," tegasnya.
Muhaimin mengatakan Gresik memiliki modal sosial yang besar dengan 211 pesantren dan sekitar 10.857 santri. Potensi tersebut harus dihubungkan dengan kekuatan industri dan peluang ekonomi yang tersedia agar masyarakat tidak sekadar menjadi penonton pertumbuhan ekonomi.
"Ihyaul Ulum sudah membuktikan diri, baik dalam mencetak SDM maupun mendampingi UMKM melalui sertifikasi halal. Yang kita lakukan adalah memperkuat apa yang sudah berjalan agar dampaknya semakin besar," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara








