Hari Ini Tanggal Berapa Hijriah? Cek Kalender Islam 8 Agustus 2026

AKURAT.CO Berdasarkan konversi resmi Kalender Hijriah Indonesia yang dirilis oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, hari Sabtu (8/8/2026) bertepatan dengan tanggal 24 Safar 1448 Hijriah.
Penentuan penanggalan Islam ini didasarkan pada perhitungan peredaran bulan (komariyah) yang menjadi acuan utama Umat Muslim dalam menentukan jadwal ibadah harian maupun momen bersejarah.
Dengan mengetahui konversi tanggal Masehi ke Hijriah secara tepat pada Sabtu (8/8/2026), Anda dapat lebih mudah merencanakan pelaksanaan ibadah sunnah serta memperhitungkan tanggal-tanggal penting dalam kalender Islam.
Rincian Penanggalan Islam Hari Ini
Mengetahui kesesuaian antara penanggalan Masehi, Hijriah, dan sistem penanggalan lokal seperti kalender Jawa sangat berguna untuk kehidupan sehari-hari maupun kebutuhan administrasi keagamaan. Berikut adalah rincian lengkap penanggalan untuk Sabtu (8/8/2026):
Kategori Penanggalan | Keterangan Hari Ini |
|---|---|
Hari & Tanggal Masehi | Sabtu (8/8/2026) |
Tanggal Hijriah | 24 Safar 1448 H |
Bulan Islam | Safar (Bulan ke-2 Hijriah) |
Tahun Hijriah | 1448 H |
Pasaran Jawa | Pon |
Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Islam setelah Muharram. Memasuki akhir bulan Safar pada Sabtu (8/8/2026) ini, umat Islam berkesempatan untuk terus memperbanyak amalan saleh sebelum menyambut bulan berikutnya, yaitu Rabiul Awal (bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW).
Memahami Keutamaan dan Karakteristik Bulan Safar
Bulan Safar sering kali memiliki berbagai persepsi di tengah masyarakat. Dalam tradisi masyarakat pra-Islam (Jahiliyah), timbul mitos bahwa bulan Safar adalah bulan pembawa sial atau nasib buruk. Mitos tersebut ditegaskan tidak bernilai dalam ajaran Islam melalui sabda Rasulullah SAW:
"Tidak ada wabah (yang menular dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (firasat buruk), tidak ada burung hantu (pertanda sial), dan tidak ada keburukan pada bulan Safar." (HR. Bukhari dan Muslim)
Makna Filosofis Bulan Safar
Kata Safar secara bahasa berarti "kosong" atau "kuning". Dinamakan Safar karena pada zaman dahulu, pada bulan ini rumah-rumah masyarakat Arab menjadi kosong ditinggalkan penghuninya yang pergi berperang atau bepergian untuk berdagang. Momen ini menjadi penanda pentingnya mobilitas, usaha, dan kerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







