Ketum PBNU Gus Yahya Temui Menkeu Purbaya, Bahas Investasi dan Program Kemasyarakatan

AKURAT.CO Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menerima kunjungan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026).
Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB itu membahas sejumlah rencana kerja sama investasi bisnis yang tengah dilakukan PBNU dengan sejumlah entitas internasional.
Gus Yahya mengatakan, PBNU berkonsultasi dengan Menteri Keuangan terkait regulasi, saluran yang dapat diakses, serta norma yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan investasi.
Baca Juga: Gus Ipul Pastikan Panitia Siapkan Fasilitas untuk Kenyamanan Peserta Muktamar NU ke-35
"Kami konsultasikan dengan Menteri Keuangan terkait regulasi, terkait channel-channel yang akan kami akses, dan apa saja norma-norma yang harus diikuti dalam soal investasi ini," kata Gus Yahya seusai pertemuan.
Menurut Gus Yahya, Menkeu Purbaya menyambut baik langkah tersebut dan membuka ruang untuk membantu NU. Ia menegaskan berbagai kegiatan NU pada dasarnya diarahkan untuk membantu negara dan masyarakat.
"Alhamdulillah, Pak Menteri membuka diri untuk membantu NU dalam hal ini karena bagaimanapun juga, NU dari semua yang dikerjakan tidak ada tujuan selain untuk membantu negara dan masyarakat," ujarnya.
Selain membahas investasi, pertemuan tersebut juga membicarakan potensi pemanfaatan jaringan organisasi NU sebagai saluran untuk mendukung berbagai agenda nasional pemerintah di tengah masyarakat.
Gus Yahya mengatakan, kerja sama melalui jaringan NU telah dilakukan sejak akhir 2022 dan awal 2023 melalui sejumlah program, termasuk Gerakan Keluarga Maslahah.
"Ini sudah kita kerjakan sejak akhir 2022 dan awal 2023, dengan hasil yang bisa kita ukur selama ini melalui berbagai program, seperti Gerakan Keluarga Maslahah dan lain sebagainya," katanya.
"Mudah-mudahan sesudah ini akan disambung dengan inisiatif-inisiatif yang lebih konkret untuk kerja sama NU dengan pemerintah," sambungnya.
Sementara itu, Menkeu Purbaya mengatakan pemerintah akan mempelajari berbagai gagasan investasi yang diinisiasi NU. Ia menyatakan dukungan dapat diberikan sepanjang rencana tersebut berjalan sesuai ketentuan dan menerapkan prinsip pengelolaan risiko yang terkendali.
"Terkait ide-ide investasi akan kita pelajari, kalau memang bisa berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada dan prinsipalnya terkendali kita akan support apa yang diinisiasi oleh NU," kata Purbaya.
"Ada beberapa poin pemerintah bisa dukung karena tujuannya baik," tambahnya.
Baca Juga: PWNU Jatim Ungkap Alasan Usung Gus Kikin sebagai Calon Ketua Umum PBNU
Purbaya juga mengatakan kunjungannya ke Gedung PBNU merupakan bagian dari silaturahmi. Ia menyebut kunjungan tersebut menjadi yang pertama sejak dirinya menjabat sebagai Menteri Keuangan.
"(Tujuan datang) Silaturahmi, jadi saya sudah lama enggak ke NU. Dulu saya datang ke sini belum menjadi menteri waktu itu, sekarang menjadi menteri," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya turut didampingi Wakil Ketua Umum PBNU H Amin Said Husni, Ketua PBNU Rumadi Ahmad, dan Sekretaris Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU Ufi Ulfiah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja





