Prabowo Minta Proyek LNG Abadi Masela Tak Lagi Molor: Harus Rampung Secepatnya

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, tidak boleh kembali mengalami penundaan.
Proyek yang telah dinantikan hampir tiga dekade itu diminta segera rampung guna memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong transformasi industri Indonesia.
Dalam sambutannya melalui konferensi video pada acara groundbreaking PSN LNG Abadi Masela, Prabowo menyebut, proyek tersebut memiliki nilai strategis bagi masa depan energi nasional.
“Proyek Strategis Nasional Abadi Masela ini merupakan proyek yang sungguh sangat penting. Proyek ini hampir tiga dekade kita tunggu. Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunannya. Pembangunan tidak boleh terhambat. Harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya,” kata Prabowo.
Menurutnya, energi merupakan fondasi utama pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.
Karena itu, potensi cadangan energi Indonesia harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita memiliki cadangan energi yang sangat besar. Kita harus bahu-membahu bekerja sehingga proyek ini sukses, cepat berproduksi, dan segera memberikan manfaat,” ujarnya.
Prabowo juga menegaskan Indonesia tetap terbuka terhadap investasi dan kerja sama internasional, tetapi seluruh kemitraan harus berlandaskan prinsip saling menguntungkan dengan tetap mengutamakan kepentingan nasional.
Baca Juga: Komisi II DPR: Maraknya OTT Kepala Daerah Bukti Komitmen Prabowo Berantas Korupsi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo










