Pemerintah Pastikan Belum Ada WNI yang Terdampak Eskalasi Konflik Israel-Iran

AKURAT.CO Wakil Menteri Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, menegaskan hingga saat ini belum ada warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak secara langsung akibat kembali memanasnya konflik antara Israel dengan Iran.
Meski demikian, pihaknya terus melakukan pemantauan dan mengawasi setiap perkembangan secara real time melalui seluruh perwakilan RI di kawasan Timur Tengah.
Dia memastikan setiap KBRI dan KJRI di kawasan konflik secara rutin menyampaikan laporan mengenai perkembangan situasi keamanan maupun kondisi WNI kepada Menteri Luar Negeri.
Baca Juga: Wakil Presiden AS JD Vance: Israel Mulai Kehilangan Dukungan Publik di Amerika Serikat
"Dan ini laporan langsung diberikan kepada Bapak Menteri Luar Negeri, ada grup yang setiap saat itu melapor," kata Arrmanatha di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Kendati dalam beberapa waktu terakhir kembali terjadi serangan dari kedua belah pihak, namun dia memastikan sampai saat ini belum ada gangguan yang mencederai WNI.
"Jadi sampai saat ini, sejak beberapa waktu terakhir, walaupun sudah mulai kembali lagi serangan dari kedua belah pihak, namun alhamdulillah sampai saat ini belum adanya gangguan kepada atau belum ada impact kepada WNI, dalam arti yang cedera maupun yang mengalami kerugian," tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa militer negaranya berada dalam kondisi siaga penuh untuk menghadapi segala kemungkinan menyusul potensi meningkatnya kembali ketegangan dengan Iran.
Pernyataan itu disampaikan Katz melalui akun resmi X pada Jumat (10/7/2026), di tengah kekhawatiran bahwa konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran dapat kembali meluas setelah beberapa hari terakhir diwarnai eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon, Upaya Redam Konflik Timur Tengah
Dalam pernyataannya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah menyiapkan berbagai skenario, baik untuk mempertahankan wilayah Israel maupun melancarkan operasi militer apabila diperlukan.
Menurutnya, kesiapan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya ancaman baru dari Iran maupun kelompok-kelompok yang didukung Teheran.
"Pasukan Pertahanan Israel siap menghadapi skenario apa pun kapan saja, baik untuk operasi ofensif maupun defensif," tulis Israel Katz melalui akun X.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









