Milad ke-24, BSMI Perkuat Standar Global dan Luncurkan Rencana RS Lapangan untuk Palestina

AKURAT.CO Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) menegaskan komitmennya memperkuat pelayanan kemanusiaan berstandar internasional sekaligus meluncurkan rencana pembangunan Rumah Sakit Lapangan Indonesia untuk Palestina dalam peringatan Milad ke-24 di Aston Priority Simatupang, Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Mengusung tema "Kokoh Berkiprah untuk Nusantara dan Dunia", BSMI menargetkan penguatan tata kelola organisasi, peningkatan kapasitas relawan, hingga perluasan kontribusi kemanusiaan di tingkat global.
Ketua Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) BSMI, Basuki Supartono, mengatakan seluruh pelayanan kemanusiaan BSMI, baik di dalam maupun luar negeri, harus memenuhi standar profesional, transparan, dan akuntabel sesuai regulasi nasional serta standar internasional.
"Semua gerakan pelayanan kemanusiaan harus benar, baik sesuai regulasi di Indonesia maupun standar global. Apa yang kami kerjakan di Aceh harus memiliki kualitas yang sama dengan pelayanan yang kami lakukan di Gaza," kata Basuki.
Menurutnya, pengalaman BSMI selama 24 tahun menunjukkan pentingnya pengakuan internasional bagi organisasi kemanusiaan.
Karena itu, BSMI kini terus melengkapi berbagai sertifikasi dan akreditasi internasional guna mempermudah pelaksanaan misi kemanusiaan di berbagai negara.
Basuki mencontohkan, saat menjalankan misi kemanusiaan di Gaza, BSMI sempat diminta menunjukkan akreditasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting agar organisasi kemanusiaan Indonesia memiliki standar yang diakui secara global.
"Kami ingin semakin dipercaya. Semua sertifikasi dan lisensi harus berstandar internasional. Kalau kita memenuhi standar internasional, tentu kualitas pelayanan di dalam negeri juga akan semakin baik," ujarnya.
Selain itu, BSMI juga mendorong pengembangan budaya riset melalui publikasi ilmiah.
Basuki menilai pengalaman relawan di lokasi bencana maupun konflik merupakan sumber pengetahuan yang perlu didokumentasikan agar dapat menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi misi kemanusiaan berikutnya.
"Relawan memiliki pengalaman yang tidak bisa diulang. Karena itu harus ditulis dan didokumentasikan agar bisa dipelajari, dievaluasi, dan menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depan," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo








