Hari Ini Tanggal Berapa Hijriah? Cek Kalender Islam 6 Juli 2026

AKURAT.CO Mengetahui konversi penanggalan masehi ke kalender Islam sangat penting bagi umat Muslim untuk menentukan waktu ibadah sunnah maupun momen penting keagamaan.
Memasuki bulan Juli, banyak masyarakat yang bertanya-tanya mengenai posisi penanggalan qamariyah yang sedang berjalan saat ini.
Simak rincian lengkap mengenai tanggal Hijriah hari ini, Senin (6/7/2026), berdasarkan ketetapan resmi pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI serta maklumat PP Muhammadiyah.
Kalender Hijriah Hari Ini Menurut Kemenag
Berdasarkan kalender hijriah resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, hari Senin (6/7/2026) bertepatan dengan tanggal 21 Muharram 1448 Hijriah.
Kemenag menyusun penanggalan ini dengan mengacu pada kriteria imkanur rukyat (kemungkinan hilal terlihat) yang disepakati bersama oleh menteri-menteri agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).
Penetapan 21 Muharram 1448 H oleh pemerintah ini menjadi panduan formal bagi instansi negara, lembaga perbankan syariah, serta mayoritas ormas Islam di Indonesia untuk menyelaraskan agenda kerja keagamaan mereka.
Berada di dekade terakhir bulan Muharram menandakan umat Muslim telah melewati momentum hari Asyura dan kini sedang bersiap menyambut pergantian bulan menuju Safar 1448 H.
Kalender Hijriah Hari Ini Menurut Muhammadiyah
Di sisi lain, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan bahwa hari Senin (6/7/2026) juga jatuh pada tanggal 21 Muharram 1448 Hijriah. Untuk tahun ini, hasil konversi penanggalan antara pemerintah dan Muhammadiyah berada pada posisi yang sama persis tanpa ada selisih satu hari pun.
Persamaan ini terjadi karena sistem perhitungan yang digunakan menghasilkan kesimpulan astronomis yang setara untuk awal bulan Muharram 1448 H yang lalu.
Muhammadiyah secara konsisten menetapkan kalender Islamnya menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal serta berpedoman pada prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) demi kepastian penanggalan jangka panjang bagi warganya.
====
Mengapa Penanggalan Kemenag dan Muhammadiyah Bisa Sama?
Meskipun Kemenag menggunakan pendekatan kombinasi rukyatul hilal (pemantauan lapangan) dan Muhammadiyah murni menggunakan hisab (perhitungan astronomis), hasil akhir tanggal untuk Senin (6/7/2026) ini menunjukkan keselarasan yang sempurna.
Kebersamaan penanggalan seperti ini membawa ketenangan tersendiri bagi umat Islam di Indonesia karena tidak memicu kebingungan dalam penentuan waktu ibadah.
Dengan kepastian bahwa hari ini adalah 21 Muharram 1448 H, Anda dapat memanfaatkan sisa bulan mulia ini untuk memperbanyak amalan salih.
Selain itu, Anda juga sudah bisa mulai menandai kalender untuk mempersiapkan puasa sunnah Ayyamul Bidh (puasa pertengahan bulan) yang dijadwalkan akan jatuh pada pertengahan bulan Safar mendatang.
5 FAQ
1. Senin (6/7/2026) jatuh pada tanggal berapa Hijriah? Berdasarkan ketetapan resmi dari Kemenag RI maupun PP Muhammadiyah, hari Senin (6/7/2026) bertepatan dengan tanggal 21 Muharram 1448 Hijriah.
2. Apakah ada perbedaan tanggal Hijriah antara Kemenag dan Muhammadiyah hari ini? Tidak ada. Untuk hari Senin (6/7/2026), hasil perhitungan kalender Islam dari Kemenag dan Muhammadiyah menunjukkan tanggal yang sama persis, yaitu 21 Muharram 1448 H.
3. Metode apa yang digunakan Muhammadiyah untuk menentukan kalender Islam? Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal serta berpedoman pada prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) untuk kepastian penanggalan jangka panjang.
4. Mengapa penanggalan Hijriah Kemenag dan Muhammadiyah bisa berbeda di waktu lain? Perbedaan biasanya terjadi karena Kemenag menggunakan kriteria MABIMS (imkanur rukyat/visibilitas hilal minimal 3 derajat), sedangkan Muhammadiyah menggunakan kriteria wujudul hilal (asal hilal sudah di atas ufuk saat matahari terbenam).
5. Kapan puasa sunnah Ayyamul Bidh bulan ini dilaksanakan? Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 di bulan Hijriah. Karena saat ini sudah tanggal 21 Muharram, jadwal puasa Ayyamul Bidh terdekat berikutnya adalah pada pertengahan bulan Safar 1448 H.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 5Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara









