Budaya dan Lapangan Kerja dalam Kemasan 'Oleh-oleh Jakarta'

AKURAT.CO Membawa buah tangan setelah berkunjung di suatu kota sudah menjadi kebiasaan setiap orang. Souvenir, pakaian, atau cemilan khas kota selalu jadi incaran para pelancong sebagai kenang-kenangan.
Namun di Jakarta, banyak orang yang bertanya apa oleh-oleh yang bisa dibawa. Hal ini pun yang dirasakan Maemonah, ketika teman anaknya bertanya oleh-oleh apa dari Jakarta yang bisa dibawa.
"Anak saya kan sering ke luar negeri. Itu temannya sering nanya, kalau ke Jakarta itu oleh-olehnya apa? Apa ya, kan enggak tahu. Seperti ke Padang kan ada buktinya gitu ya," kata Maemonah.
Baca Juga: UMKM Didorong Lebih Bankable lewat PP 20/2026
Berbekal pertanyaan itu lah, Maemonah bersama anaknya mendirikan toko oleh-oleh khas Jakarta. Sebelumnya, wanita paruh baya yang akrab dipanggil Mpok Mumun ini sudah menjual produk rengginang dengan nama Sumber Rejeki.
Dengan dibukanya toko oleh-oleh khas Jakarta, Mpok Mumun pun merangkul berbagai UMKM produk makanan khas Betawi lain. Seperti kembang goyang, biji ketapang, akar kelapa, bir pletok, hingga dodol Betawi.
Mpok Mumun bercerita sebelum toko oleh-olehnya diresmikan, dia dan anaknya sempat melakukan percobaan untuk mengetes rasa dan penjualan. Bahkan, dia sempat berkeliling pasar dan menitipkan produk-produknya untuk dijual.
Hingga setahun berselang, toko oleh-oleh tersebut diluncurkan pada 16 November 2022 dengan nama Oleh-Oleh Jakarta Mpok Mumun. Selain membuka toko offline, Mpok Mumun juga mencoba berjualan lewat e-commerce salah satunya Shopee.
Dia mengaku berjualan melalui Shopee sangat membantu meningkatkan penjualan, terlebih lagi ketika Lebaran, dan tanggal kembar. Tidak hanya di Jakarta, produk-produknya juga banyak dipesan dari luar kota.
"Jadi yang kelola Shopee-nya itu anak saya. Semua aturan dari Shopee, dia selalu ikutin. Jadi sampai sekarang ya akhirnya kayak hari-hari biasa gini, juga ini keteteran gitu. Terus alhamdulillah dengan berjalanan ini ya, produk ini kita sudah bisa buka rukonya," jelasnya.
Baca Juga: PP 20/2026 Ubah Peta Pajak UMKM, Siapa yang Masih Dapat 0,5 Persen?
Tak hanya merangkul UMKM lain, Mpok Mumun juga memberdayakan warga di sekitar rumahnya untuk bersama-sama mengembangkan Oleh-Oleh Jakarta. Meski ada beberapa karyawan yang berasal dari daerah lain, namun kebanyakan karyawannya adalah tetangganya sendiri.
Dengan meningkatnya penjualan, Mpok Mumun banyak mendapat undangan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta untuk ikut serta dalam event besar atau bazar di berbagai kampus. Bahkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sempat menawarkan untuk mengekspor ke Belanda, namun dia menolak.
"Untuk ekspor saya masih belum bisa, karena di sini saja masih kewalahan. Jadi nanti dulu. Kalau untuk peluangnya, biayanya juga emang biaya ditanggung oleh Kementerian Perdagangan, yang penting kita siapin produk. Cuma produknya belum mencukupi," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 6Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat








