Pagu Indikatif Belum Cukup, Polri Usul Tambah Anggaran Rp66,1 Triliun di 2027

AKURAT.CO Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp66,1 triliun untuk Tahun Anggaran 2027. Sebab, pagu indikatif yang ditetapkan pemerintah dinilai masih belum mampu memenuhi kebutuhan anggaran Polri tahun depan.
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan, pagu indikatif anggaran Polri di 2027 ditetapkan sebesar Rp118 triliun berdasarkan surat bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas yang diterbitkan pada 27 Mei 2026. Meski demikian, angka tersebut masih berada di bawah kebutuhan riil yang telah dihitung institusinya.
"Berdasarkan surat bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas, pagu indikatif Polri Tahun Anggaran 2027 telah ditetapkan sebesar Rp118 triliun," kata Dedi, dalam rapat bersama Komisi III DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Baca Juga: Kemendikdasmen dan Kemendiktisaintek Harus Cermat Formulasikan Pagu Anggaran demi Kesejahteraan Guru
Perhitungan awal menunjukkan kebutuhan anggaran Polri pada 2027 mencapai sekitar Rp178 triliun. Setelah dilakukan penyesuaian dengan mempertimbangkan perkembangan harga bahan bakar minyak (BBM) dan perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, kebutuhan tersebut meningkat menjadi Rp184 triliun.
"Dengan demikian apabila dibandingkan dengan pagu indikatif Tahun Anggaran 2027 masih terdapat kekurangan Rp66,1 triliun," ujarnya.
Baca Juga: DPR Setujui Pagu Indikatif ESDM 2027 Rp27,33 Triliun, Migas Terbesar
Dedi mengatakan, usulan tambahan anggaran itu telah disampaikan kepada Kementerian Keuangan serta Kementerian PPN/Bappenas melalui surat resmi Kapolri tertanggal 15 Juni 2026.
Dalam rinciannya, tambahan anggaran yang diajukan mencakup kebutuhan belanja pegawai sebesar Rp4,5 triliun, belanja barang Rp20,9 triliun, dan belanja modal Rp40,6 triliun.
Polri berharap tambahan anggaran tersebut dapat dipenuhi agar pelaksanaan tugas, pelayanan kepada masyarakat, serta berbagai program prioritas institusi pada 2027 dapat berjalan secara optimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah









