Kementerian LH Gandeng Aliansi Lintas Agama, Dorong Gerakan Tobat Ekologis Nasional

AKURAT.CO Kementerian Lingkungan Hidup (LH) menggandeng gerakan moral lintas agama yang tergabung dalam Siaga Bumi (Indonesia Bergerak Selamatkan Bumi) untuk memperkuat upaya penanganan krisis lingkungan melalui pendekatan budaya dan nilai-nilai keagamaan.
Kolaborasi tersebut mengemuka dalam dialog antara Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat dan perwakilan Siaga Bumi di Gedung Kementerian LH, Kuningan, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Pertemuan menghasilkan kesepahaman mengenai pentingnya rekayasa sosial dan persuasi religius dalam menghadapi ancaman keruntuhan ekologis (ecological collapse).
Audiensi dihadiri Sekretaris Kementerian LH, sejumlah staf khusus dan deputi. Sementara delegasi Siaga Bumi dipimpin Ketua Dewan Pengarah Siaga Bumi, Din Syamsuddin.
Dalam pertemuan tersebut, Din Syamsuddin menjelaskan Siaga Bumi telah berdiri sejak 2015 sebagai gerakan moral berbasis lintas agama yang berfokus pada pelestarian lingkungan.
Gerakan ini melibatkan berbagai unsur yang tergabung dalam Inter-Religious Council (IRC) Indonesia, antara lain Majelis Ulama Indonesia (MUI), Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin), serta kalangan akademisi dari sejumlah perguruan tinggi yang memiliki kajian lingkungan.
“Siaga Bumi telah bergerak melalui berbagai program konkret, salah satunya gerakan Eco Rumah Ibadah yang berfokus pada penghijauan lingkungan rumah ibadah, pengelolaan air berkelanjutan, dan manajemen sampah,” kata Din dalam keterangan resmi, Sabtu (13/6/2026).
Baca Juga: Penduduk Lansia Capai 40 Juta Orang di 2030, Kemenkes Perkuat Layanan Kesehatan
Menurut Din, gerakan tersebut juga sejalan dengan seruan Paus Leo XIV dalam pesan Hari Doa Dunia untuk Penciptaan 2025 yang menekankan pentingnya keadilan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan keimanan.
Menanggapi hal itu, Menteri LH Jumhur Hidayat menyatakan apresiasinya terhadap konsistensi Siaga Bumi dalam mengampanyekan pelestarian lingkungan.
Ia mengungkapkan, Kementerian LH tengah menyiapkan program besar bertajuk Pertaubatan Nasional Ekologis sebagai upaya membangun kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.
“Program strategis ini mencakup berbagai aksi nyata, mulai dari penanaman dua miliar pohon hingga pendataan dan pengawasan ketat terhadap industri yang merusak lingkungan,” ujar Jumhur.
Menurutnya, isu lingkungan menjadi ruang bersama yang mampu menyatukan berbagai kelompok masyarakat, lintas agama, profesi, hingga negara.
“Semua pihak kini dapat bersatu karena memiliki tanggung jawab moral yang sama terhadap lingkungan hidup,” katanya.
Jumhur menilai pendekatan regulasi saja tidak cukup untuk mengatasi persoalan lingkungan. Karena itu, diperlukan upaya perubahan perilaku melalui pendekatan sosial dan keagamaan.
“Kami memandang rekayasa sosial dan persuasi religius sangat penting untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap lingkungan,” tegasnya.
Kementerian LH dan Siaga Bumi sepakat bahwa akar krisis ekologis tidak hanya terletak pada aspek teknis, tetapi juga berkaitan dengan budaya dan pola hidup masyarakat.
Karena itu, diperlukan proses pembudayaan baru yang dilakukan secara berkelanjutan melalui aksi cepat sekaligus edukasi jangka panjang.
Baca Juga: Mengapa Lautan Disebut Paru-Paru Bumi?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla





