Momen Prabowo Gandeng Megawati Memperlihatkan Persatuan Pemimpin Indonesia Hadapi Tantangan Global

AKURAT.CO Momentum Presiden Prabowo Subianto bergandengan tangan dengan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila menunjukkan kuatnya semangat persatuan pemimpin bangsa, di tengah berbagai tantangan global yang dihadapi Indonesia.
Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, mengatakan, kebersamaan yang ditunjukkan para tokoh nasional dalam acara kenegaraan menjadi pesan penting bahwa pemimpin Indonesia mampu mengesampingkan perbedaan demi kepentingan bangsa dan negara.
"Saya melihatnya ini sesuatu yang baik. Artinya, di saat situasi atau tantangan global, geopolitik kita, geoekonomi kita yang memang membutuhkan persatuan, ini para pemimpin-pemimpin kita guyub," ujarnya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (2/6/2026).
Menurut Bahtra, momen kebersamaan tidak hanya terlihat dari interaksi antara Prabowo dan Megawati.
Sejumlah tokoh nasional, termasuk Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla, serta para mantan wakil presiden lainnya, juga hadir dalam upacara tersebut.
Baca Juga: Momen Prabowo Gandeng Tangan Megawati Jadi Simbol Kebersamaan di Hari Lahir Pancasila
Kehadiran para tokoh bangsa dalam satu forum memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki modal persatuan yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan nasional maupun global.
"Itu menunjukkan bahwa memang pemimpin kita selama ini bisa bersatu menghadapi tantangan-tantangan," katanya.
Bahtra menilai keakraban dengan Megawati mencerminkan sikap Presiden Prabowo yang selalu menghormati para pemimpin terdahulu. Sikap tersebut patut menjadi teladan bagi generasi muda maupun para elite politik.
Ia mengatakan, Presiden Prabowo dalam berbagai kesempatan selalu mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengedepankan persatuan dan gotong royong dalam membangun Indonesia.
"Pak Prabowo setiap berpidato selalu mengajak bagaimana kita bersatu, bagaimana kita membangun bangsa ini dengan bersama-sama, kegotongroyongan. Karena memang kultur bangsa kita berbeda dengan bangsa-bangsa lain dan ini patut dicontoh," jelas Bahtra.
Baca Juga: Prabowo dan Megawati Lengket di Hari Lahir Pancasila, PDIP: Saatnya Bicara Arah Strategis Indonesia
Selain itu, kehangatan antara Prabowo dan Megawati juga menunjukkan hubungan persahabatan yang telah terjalin lama antara keduanya.
Hubungan personal yang kuat tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Prabowo kerap menunjukkan kedekatan khusus dengan Megawati dalam berbagai kesempatan.
"Kalau kita lihat historinya memang Pak Prabowo dengan Ibu Megawati punya histori persahabatan yang cukup lama, cukup panjang. Jadi mungkin itu semua yang menyebabkan bahwa di setiap momentum, setiap pertemuan, Pak Prabowo memperlihatkan keakraban yang lebih tentu dengan Ibu Mega dibanding yang lain," jelas Bahtra.
Wakil Ketua Komisi II DPR itu menegaskan bahwa di tengah dinamika politik nasional, hubungan baik antara tokoh bangsa merupakan aset penting untuk menjaga stabilitas dan memperkuat persatuan nasional.
Baca Juga: Dihadiri Megawati Soekarnoputri, Presiden Prabowo Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 820 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja









