Pemerintah Siapkan 11.512 Program untuk Pemulihan Pascabencana Sumatera

AKURAT.CO Pemerintah telah menyiapkan 11.512 program kegiatan, dalam Rencana Induk (Renduk) percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di tiga provinsi Sumatera.
Program tersebut akan dijalankan secara bertahap selama tiga tahun, mulai 2026 hingga 2028, sebagai bagian dari fase pemulihan permanen pascabencana.
Hal ini diungkapkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, usai rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Pemerintah dan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Baca Juga: DPR Gelar Rapat Tertutup dengan Satgas PRR, Bahas Rekonstruksi Pascabencana Sumatera
"Renduk ini direkap dari seluruh kabupaten/kota, provinsi, dan K/L. Diselesaikan dalam waktu 3 tahun (2026, 2027, 2028). Ada 11.512 program kegiatan, jalan, jembatan, sekolah, dan lain-lain," kata Tito.
Menurutnya, Rencana Induk tersebut menjadi kunci utama dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana di Sumatera. Seluruh program disusun berdasarkan kebutuhan yang dihimpun dari pemerintah daerah hingga kementerian dan lembaga terkait.
Adapun pada tahap awal pelaksanaan tahun 2026, pemerintah akan memprioritaskan pembangunan sektor-sektor dasar yang paling dibutuhkan masyarakat. "Prioritas utama di 2026 adalah infrastruktur, sungai, jalan, jembatan, sekolah, dan Huntap (Hunian Tetap)," ujarnya.
Dia menjelaskan, penanganan pascabencana di Sumatera dilakukan melalui tiga tahapan, yakni tanggap darurat, transisi, dan pemulihan permanen.
Fase tanggap darurat sebelumnya berjalan cukup baik, karena seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah bergerak langsung di bawah koordinasi Presiden RI Prabowo Subianto.
Baca Juga: Satgas PRR: Mayoritas Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Mulai Normal
"Langsung komando di bawah Presiden, semua K/L bergerak, pemerintah daerah bergerak, dan itu termitigasi dengan cukup baik," katanya.
Sementara pada tahap transisi, pemerintah fokus memulihkan layanan dasar masyarakat dan mempercepat koordinasi lintas sektor sejak pembentukan Satgas pada 8 Januari lalu.
Menurutnya, sejumlah fasilitas publik kini mulai kembali normal, mulai dari layanan pemerintahan daerah, pasokan listrik, BBM, internet, hingga akses jalan nasional dan jembatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Ijazah Gibran Dipersoalkan, Politisi PSI Singgung Riwayat Pendidikan BJ Habibie
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








