TNI Lumpuhkan DPO KKB Papua dan Selamatkan 21 Warga Pengungsi dari Hutan Perbatasan

AKURAT.CO Para prajurit TNI yang tergabung dalam Koops TNI Papua berhasil menunjukkan ketegasan sekaligus sikap humanis dalam menjaga stabilitas wilayah. Tim patroli Koops TNI Papua sukses melumpuhkan satu DPO KKB Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB OPM) serta mengevakuasi warga terdampak gangguan keamanan di dua wilayah berbeda di Papua.
Dalam operasi patroli keamanan di Nabire, Papua Tengah, Minggu (15/3/2026), Tim Patroli Koops TNI Papua berhasil melumpuhkan DPO KKB atas nama Hurbianus Mirip, anggota TPNPB-OPM Kodap III pimpinan Aibon Kogoya.
Diterangkan oleh Dinas Penerangan TNI AD (Dispenad) dalam pernyataan tertulis bahwa penindakan tersebut terjadi setelah tim mendapati dua orang anggota OPM membawa senjata api dan terjadi kontak tembak. Keduanya melarikan diri ke hutan, lalu dalam pengejaran satu pelaku ditemukan tewas di tempat atas nama Hurbianus Mirip.
Hurbianus merupakan DPO sejak tahun 2025 karena terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan dan pembunuhan di wilayah Papua.
"Keberhasilan ini menunjukkan bahwa setiap tindakan TNI dilaksanakan secara terukur, profesional, dan sesuai prosedur guna menjaga stabilitas wilayah tanpa mengabaikan keselamatan masyarakat," demikian keterangan Dispenad.
Di lain waktu dan wilayah, dalam operasi kemanusiaan di Distrik Aifat Timur Jauh, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Selasa (17/3/2026), tim patroli gabungan Koops TNI Papua bersama pemerintah daerah dan tokoh masyarakat berhasil mengevakuasi 21 warga pengungsi dari Dusun Topo, Kampung Ainesra.
Para pengungsi sebelumnya bertahan di hutan perbatasan akibat gangguan keamanan oleh kelompok TPNPB-OPM. Tim gabungan bergerak menuju lokasi dan mengevakuasi seluruh warga ke Pos Komando Taktis Koops TNI Papua dalam kondisi aman.
Setibanya di lokasi, para pengungsi menjalani pemeriksaan kesehatan serta pendataan identitas untuk memastikan kondisi dan kebutuhan mereka. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar, serta mencerminkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Kepala Penerangan Koops TNI Papua, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa TNI tidak akan memberi ruang bagi kelompok TPNPB-OPM di Papua.
"Ini demi menjaga kedaulatan dan keamanan masyarakat, dengan pendekatan tegas yang disertai upaya membangun stabilitas, kesejahteraan, dan kepercayaan masyarakat," ujarnya.
Untuk sementara waktu, para pengungsi ditempatkan di lokasi penampungan di wilayah Distrik Aifat, sambil menunggu proses koordinasi lebih lanjut terkait pemulangan ke daerah asal, khususnya bagi warga dari Kabupaten Teluk Bintuni.
"Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah lanjutan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembinaan, serta koordinasi lintas wilayah guna memastikan proses pemulangan berjalan aman, tertib, dan bermartabat,” imbuhnya.
Wirya katakan, keberhasilan operasi ini menegaskan komitmen TNI dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus melindungi masyarakat, melalui pendekatan tegas terhadap gangguan keamanan serta kepedulian terhadap keselamatan warga di wilayah Papua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 7Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver






