Akurat Logo

MRT Jakarta Izinkan Buka Puasa di Kereta Saat Ramadan 1447 H, Ini Aturan Lengkapnya!

Titania Isnaenin | 19 Februari 2026, 12:51 WIB
MRT Jakarta Izinkan Buka Puasa di Kereta Saat Ramadan 1447 H, Ini Aturan Lengkapnya!

AKURAT.CO ​​PT MRT Jakarta (Perseroda) telah mengeluarkan kebijakan khusus yang mengizinkan penumpang untuk membatalkan puasa di dalam kereta maupun area berbayar stasiun selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah​.

​Kebijakan ini mulai berlaku pada Kamis, 19 Februari 2026, bertepatan dengan dimulainya ibadah puasa. ​

Namun, ada batasan ketat mengenai jenis makanan dan minuman serta durasi waktu berbuka yang harus dipatuhi untuk menjaga ketertiban dan kebersihan fasilitas.

Aturan Buka Puasa di MRT Jakarta Selama Ramadan

​Selama bulan Ramadan 1447 Hijriah, PT MRT Jakarta (Perseroda) memberikan kelonggaran bagi penumpang Muslim untuk berbuka puasa di dalam Ratangga (kereta MRT) atau area berbayar seperti peron atau beranda peron (paid concourse).

​Kebijakan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pelanggan yang menjalankan ibadah puasa.

​Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, menjelaskan bahwa aturan ini bertujuan agar pelanggan tetap nyaman beribadah tanpa mengganggu ketertiban layanan.

Jenis Makanan dan Minuman yang Diperbolehkan

​Penumpang hanya diperbolehkan membatalkan puasa dengan air putih dan buah kurma.

​Air putih dapat berupa air mineral dalam tumbler. ​Selain air putih dan kurma, penumpang dilarang mengonsumsi jenis makanan dan minuman lain di area berbayar dan di dalam kereta.

​Minuman seperti teh, kopi, sirup, atau soda tidak diperbolehkan. ​Kudapan selain buah kurma juga tidak diizinkan.

​Makanan berat seperti nasi dengan lauk pauk, makanan cepat saji (fast food), dan makanan berbau menyengat juga dilarang di dalam kereta.

Batas Waktu Berbuka Puasa

​Waktu maksimal untuk membatalkan puasa di dalam Ratangga atau area berbayar adalah 10 menit setelah adzan Maghrib.

​Setelah batas waktu 10 menit ini, penumpang yang ingin melanjutkan kegiatan berbuka puasa disarankan untuk melakukannya di area beranda peron tidak berbayar (unpaid concourse). ​Ini adalah untuk menjaga kebersihan fasilitas MRT.

​MRT Jakarta mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kenyamanan dan ketertiban di tengah mobilitas perkotaan yang dinamis selama menjalankan ibadah puasa. ​

Penumpang diminta untuk membawa kembali sampah sisa makanan dan minuman serta membuangnya di tempat sampah yang tersedia di stasiun tujuan.

Kampanye #MelajuPenuhMakna

​Sejalan dengan momentum Ramadan, MRT Jakarta menghadirkan kampanye #MelajuPenuhMakna. ​Kampanye ini mengajak masyarakat untuk menjadikan setiap perjalanan memiliki nilai yang lebih dalam. ​

Rangkaian program tersebut meliputi konten edukatif, aktivasi digital dan promo interaktif, kegiatan berbagi takjil di area stasiun, hingga inisiatif sosial seperti buka puasa bersama anak yatim-piatu dan penyandang disabilitas. ​

MRT Jakarta juga membuka donasi publik serta penyaluran paket berkah Ramadan.

Kebijakan Serupa di Transportasi Umum Lainnya

​Kebijakan serupa juga diterapkan oleh moda transportasi umum lainnya di Jakarta, seperti Transjakarta, LRT, dan KRL Commuter Line.

​Transjakarta mengizinkan makan dan minum di dalam bus dengan maksimal waktu 10 menit sejak adzan Maghrib, dengan ketentuan hanya air minum, kurma, atau makanan ringan.

​LRT Jabodebek membolehkan penumpang mengonsumsi makanan dan minuman ringan mulai dari waktu adzan Maghrib hingga batas akhir pukul 19.00 WIB.

​KRL Commuter Line juga memperbolehkan penumpang berbuka puasa dengan makanan dan minuman ringan secara tidak berlebihan, serta menghindari makanan atau minuman yang berbau menyengat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.