Dewan Perdamaian Gaza Tidak untuk Gantikan Peran PBB

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri, Sugiono, memastikan keberadaan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza merupakan langkah konkret yang telah lama dinantikan dalam mengawal proses perdamaian di Palestina.
Dewan Perdamaian Gaza merupakan sebuah badan internasional yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mengawal stabilisasi dan rehabilitasi pascakonflik di Jalur Gaza.
Saat ini, Sugiono mengatakan, BoP resmi menjadi badan internasional.
"Sebenarnya Board of Peace ini merupakan suatu badan internasional. Sekarang resmi jadi badan internasional yang bertugas untuk memonitor administrasi, stabilisasi, dan juga upaya-upaya rehabilitasi di Gaza pada khususnya dan di Palestina," jelasnya di Bad Ragaz, Swiss, Jumat (23/1/2026).
Dijelaskan Sugiono, kesepakatan pembentukan Dewan Perdamaian Gaza lahir dari tekad bersama untuk melibatkan komunitas internasional secara lebih konkret guna mencapai perdamaian yang bersifat permanen di Jalur Gaza.
Sejumlah pertemuan berlangsung dan berlanjut hingga pertemuan di Sharm El Sheikh, Mesir, yang menjadi momentum penandatanganan piagam Board of Peace.
Sugiono menegaskan bahwa BoP tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Badan ini tidak ditujukan untuk menggantikan PBB. Ini adalah suatu badan internasional yang lahir dari kepedulian untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas khususnya di Gaza. Oleh karena itu upaya-upaya ini kita harus ikut, Indonesia memutuskan untuk bergabung," katanya.
Sugiono melanjutkan, Indonesia memandang penting untuk bergabung karena sejak awal konsisten mendukung perdamaian dan stabilitas internasional, khususnya bagi Palestina.
Meski proses pembentukan badan ini berlangsung relatif cepat, Presiden Prabowo memutuskan Indonesia untuk menjadi bagian dari BoP setelah mempertimbangkan berbagai aspek strategis.
"Kita sejak awal merupakan negara yang peduli pada perdamaian, pada stabilitas internasional dan khususnya pada situasi yang terjadi di Palestina. Karena Board of Peace (Dewan Perdamaian Gaza) ini merupakan bagian dari upaya untuk mencapai perdamaian tersebut maka kita harus ada di dalamnya," terangnya.
Baca Juga: Komisi I DPR Pertanyakan Keputusan RI Gabung Dewan Perdamaian Gaza
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







