Salahgunakan Data Pribadi Penumpang, Oknum KAI Services Harus Disanksi Tegas

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) diminta untuk menindak tegas oknum petugas KAI Services, yang diduga menyalahgunakan data pribadi penumpang dan melakukan komunikasi tanpa izin, sebagaimana viral di media sosial.
Anggota Komisi VI DPR RI, Imas Aan Ubudiyah, mengatakan permintaan maaf dari manajemen PT KAI tidaklah cukup, mengingat pelanggaran yang terjadi menyangkut data pribadi dan rasa aman konsumen, yang seharusnya menjadi tanggung jawab mutlak perusahaan.
"Saya kira permohonan maaf saja tidak cukup. Harus ada tindakan tegas dari manajemen terhadap siapapun yang berani melanggar SOP perusahaan, apalagi sampai membuka dan menggunakan data pribadi penumpang tanpa izin," kata Imas dalam keterangan tertulis, Minggu (11/1/2026).
Baca Juga: KAI Catat Lonjakan Penumpang PSO di Libur Nataru 2025/2026
Menurutnya, tindakan oknum tersebut mencerminkan pelanggaran serius terhadap standar operasional dan etika pelayanan, serta berpotensi melanggar ketentuan perlindungan data pribadi yang berlaku. Sebagai sesama perempuan, dia mengaku sangat memahami kepanikan dan tekanan psikologis yang dialami korban.
"Sebagai sesama perempuan, saya tentu ikut merasakan bagaimana kepanikan korban. Bayangkan, tiba-tiba data pribadi bocor begitu saja, dan yang lebih mengkhawatirkan, dilakukan oleh oknum yang seharusnya bertanggung jawab penuh menjaga keamanan dan kerahasiaan data penumpang," ujarnya.
Imas menilai kasus ini tidak boleh dipandang sebagai persoalan individu semata, melainkan indikasi lemahnya pengawasan internal. Oleh karena itu, dia mendesak PT KAI melakukan evaluasi total terhadap sistem pengelolaan data, pengawasan petugas, serta pelatihan etika layanan
Lebih lanjut, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu akan memastikan bahwa Komisi VI DPR RI akan memanggil manajemen PT KAI untuk meminta penjelasan secara langsung.
'"DPR akan memanggil manajemen KAI untuk memastikan bahwa pengawasan berjalan optimal, ada sanksi nyata bagi pelanggar, dan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Keamanan dan kenyamanan penumpang tidak boleh ditawar," tutupnya.
Baca Juga: Layanan Digital KAI Makin Diminati, 75 Persen Tiket Dibeli via Aplikasi
Kasus dugaan penyalahgunaan data pribadi penumpang oleh oknum karyawan KAI Services viral di media sosial dan menuai perhatian publik. Peristiwa ini mencuat setelah seorang penumpang perempuan membagikan pengalamannya di platform X @olivehateem_.
Dalam unggahan tersebut, korban mengaku diajak berbincang oleh seorang pria yang duduk di sebelahnya saat perjalanan kereta. Yang mengejutkan, pria tersebut mengetahui sejumlah data pribadi korban meski belum pernah saling mengenal.
"Mba ini nomerku yang sebelah tempat duduk kamu tadi," demikian tulis oknum KAI Servicer sebagaimana dikutip dari tangkapan layar akun X korban.
Merasa tidak nyaman, korban langsung menegur pria tersebut. "Mas maaf banget ini nomor pribadi, enggak pernah saya share ke siapa-siapa selain keluarga. Saya sebenarnya tadi kurang nyaman juga data saya diakses dan dijadiin bahan obrolan," balas dia.
Setelah ditelusuri, korban menemukan bahwa pria tersebut merupakan karyawan PT Reska Multi Usaha atau KAI Services, anak usaha PT Kereta Api Indonesia, dan diduga menyalahgunakan akses data penumpang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







