Kemenpar Gandeng BAZNAS Optimalkan Pengumpulan Zakat untuk Pariwisata Inklusif

AKURAT.CO Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menjalin kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk mengoptimalkan penghimpunan dan pengelolaan zakat di lingkungan Kemenpar.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyatakan kerja sama ini merupakan wujud pelaksanaan ajaran Islam sekaligus penguatan semangat gotong royong dalam kebaikan. Zakat tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas sosial.
"Kami menyambut baik sinergi antara Kemenpar dan Baznas sebagai langkah nyata dalam memperkuat nilai kebersamaan dan tanggung jawab sosial di lingkungan kementerian," kata Widiyanti, dikutip Kamis (9/10/2025).
Baca Juga: Cegah Peredaran Narkoba, BAZNAS RI Gandeng BNN Perkuat Pemberdayaan Masyarakat
Menurutnya, potensi muzakki di satuan kerja pusat Kementerian Pariwisata mencapai 992 orang. Potensi besar ini dapat dioptimalkan melalui peran aktif pejabat dan pegawai muslim, untuk menunaikan zakat secara rutin melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kementerian Pariwisata.
"Kami terus mengajak seluruh pejabat dan pegawai untuk menunaikan zakat melalui UPZ Kementerian Pariwisata agar pengelolaan dan penyalurannya semakin terarah dan berdampak luas," ujarnya.
Penyaluran zakat yang dikelola UPZ Kementerian Pariwisata, tidak hanya diperuntukkan bagi keluarga fakir miskin, tetapi juga menyentuh sektor pariwisata. Seperti pengembangan desa wisata dan pemberdayaan pelaku UMKM, yang menjadi bagian penting dari ekosistem pariwisata berkelanjutan dan inklusif.
Sebanyak 70 persen zakat disalurkan untuk program pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, ekonomi, dan dakwah, sedangkan 30 persen diarahkan untuk pengembangan wisata halal, desa wisata, dan pelaku UMKM di berbagai daerah.
Baca Juga: Baznas Salurkan Bantuan dan Tim Evakuasi di Ponpes Al Khoziny yang Ambruk
Dia menegaskan, Unit Pengumpul Zakat Kemenpar sendiri telah menunjukkan kinerja yang membanggakan. Hingga saat ini, UPZ Kemenpar telah meraih empat penghargaan, yaitu Penghargaan Optimalisasi Potensi Zakat, Penghargaan Perencanaan ZIS Terbaik, Penghargaan Pelaporan Terbaik, dan Penghargaan Penyaluran ZIS Terbaik.
"Ke depan, saya berharap pengelolaan zakat di lingkungan Kementerian Pariwisata semakin transparan, akuntabel, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat yang membutuhkan," tegasnya.
"Mari kita jadikan zakat sebagai gerakan bersama untuk memperkuat kesejahteraan, keberkahan, serta mendukung pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif," tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah








