Ditargetkan Beroperasi di 2026, Pemerintah Seleksi Lokasi Prioritas Sekolah Garuda

AKURAT.CO Pemerintah menargetkan pembangunan Sekolah Garuda selesai dan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027. Saat ini, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tengah menyeleksi sejumlah lokasi yang akan menjadi prioritas pembangunan.
Wakil Menteri Dikti Saintek, Stella Christie, mengatakan empat provinsi telah ditetapkan sebagai prioritas tahap pertama, yaitu Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Tenggara.
"Sementara, pembangunan di lokasi lain akan dilakukan pada tahap kedua dengan target penyelesaian pada 2027," ujar Stella dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (13/9/2025).
Baca Juga: Wujudkan Visi Presiden, Wamendikti Tinjau Tiga Lokasi Sekolah Garuda di Kalbar
Selain empat wilayah tersebut, Kalimantan Tengah juga masuk dalam daftar lima besar kandidat lokasi pembangunan. Dia menegaskan, peluang provinsi itu cukup besar untuk dipilih, terlebih setelah tim melakukan peninjauan lapangan.
"Kalimantan Tengah masuk lima besar. Peluangnya cukup besar. Tentu setelah kita meninjau lokasi kita akan menyiapkan laporan yang bisa menjadi dasar rasionalisasi dalam menentukan lokasi. Jika Pak Menteri dan Pak Presiden setuju, (lokasi) ini bisa menjadi pilihan," katanya.
Dia menambahkan, keputusan akhir mengenai lokasi diperkirakan akan ditentukan paling lambat dalam satu minggu ke depan. "Karena sebelumnya sudah ditinjau oleh tim dan data-data sudah lengkap. Satu minggu paling lambat diputuskan," ujarnya.
Stella juga menekankan pentingnya kerja sama dengan masyarakat setempat, dalam pembangunan Sekolah Garuda. Sebab, konsep pembangunan tidak hanya terbatas pada penyediaan fasilitas pendidikan, tetapi juga harus terintegrasi dengan potensi lokal.
"Kami ingin tetap ada kerja sama dengan masyarakat. Misalnya ada yang bisa dijadikan lahan perkebunan. Kami ingin ini menjadi satu konsep yang terpadu," jelasnya.
Sebagai contoh, Kabupaten Katingan di Kalimantan Tengah memiliki potensi besar untuk pengembangan perkebunan durian.
Baca Juga: Wujudkan Visi Presiden, Wamen Dikti Tinjau 5 Lokasi Calon Sekolah Garuda di Bengkulu
"Kalau di Katingan, mungkin bisa dikembangkan untuk perkebunan durian. Durian Katingan sangat enak. Tapi tentu harus dikaji oleh para pakar, yang sebagian besar ada di Universitas Palangkaraya," tuturnya.
Dia berharap, keberadaan Sekolah Garuda tidak hanya bertujuan mengejar ketertinggalan Indonesia di bidang sains dan teknologi, tetapi juga mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan potensi daerah.
"Sekolah Garuda diharapkan bisa memberikan manfaat ganda, baik untuk peningkatan kualitas pendidikan maupun pembangunan ekonomi wilayah," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah






