Anggaran Pendidikan di 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah, Bukti Komitmen Prabowo Majukan Pendidikan RI

AKURAT.CO Alokasi anggaran pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Hal ini mencerminkan perhatian serius Presiden Prabowo Subianto, terhadap sektor pendidikan.
"Ini baru pertama kali anggaran pendidikan paling tinggi setelah sekian puluh tahun. Ini sebagai bentuk concern Bapak Presiden terhadap dunia pendidikan," kata Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (PKB), Habib Syarief Muhammad, dalam keterangannya, Jumat (22/8/2025).
Meski demikian, Habib menyoroti bahwa porsi anggaran 20 persen dari APBN yang dijamin dalam Undang-Undang Dasar, masih belum sepenuhnya dinikmati sektor pendidikan di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Sebab, sebagian dana masuk ke sekolah-sekolah kedinasan.
Baca Juga: Komisi X DPR Ingatkan Pentingnya Optimalisasi ULD untuk Pendidikan Setara bagi Disabilitas
"Dari 20 persen APBN, khusus untuk kementerian pendidikan hanya sekitar 20 persen lagi. Jadi tetap ada setback," jelasnya.
Dia pun mengingatkan, perjuangan untuk menetapkan mandatory spending pendidikan sebesar 20 persen dalam UUD 1945 membutuhkan waktu hampir dua tahun dua bulan.
Angka tersebut dipilih setelah studi banding ke berbagai negara, di mana Indonesia saat itu hanya mengalokasikan 3,5 persen untuk pendidikan. Angka itu jauh tertinggal dibanding Singapura dan Brunei Darussalam, yang mencapai 19 hingga 21 persen.
"Kenapa sampai dimasukkan ke dalam konstitusi? Agar pemerintah benar-benar memberikan kepedulian. Dengan 20 persen itu bargaining position kita sangat kuat," ungkapnya.
Baca Juga: Sri Mulyani: Rp223,6 Triliun Anggaran Pendidikan Dialokasikan untuk MBG
Dia pun berharap, dengan anggaran pendidikan yang mencapai lebih dari Rp700 triliun, kualitas pendidikan nasional bisa meningkat signifikan.
Selain itu, Habib juga mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang menurutnya menunjukkan komitmen, termasuk melalui program SMA unggulan dan sekolah rakyat.
Dia juga menyampaikan penghargaan kepada Menteri Pendidikan yang saat ini berasal dari lingkungan akademik, serta dukungan Fraksi Golkar di MPR yang membentuk tim khusus untuk memastikan pengembalian mandatory spending pendidikan.
"Ini indikator bahwa pemerintah sekarang betul-betul memiliki kepedulian tinggi terhadap dunia pendidikan," tutup Habib.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 8Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 9DPR Ajak Semua Pihak Merawat Persatuan Lewat Kerja Nyata di Hari Sumpah Pemuda
- 10Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan






