Rekapitulasi Investasi Serta Strategi Otorita IKN Peninggalan Bambang dan Dhony

AKURAT.CO Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, pada Senin (3/6/2024) mengumumkan bahwa Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe mengundurkan diri dari kursi Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN.
Pratikno mengakui bahwa pengunduran diri keduanya telah didiskusikan sejak beberapa waktu lalu, namun akhirnya baru diresmikan dengan dikirimkannya surat resmi kepada Presiden Joko Widodo.
Presiden Jokowi taktis menunjuk Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dan Wakil Menteri ATR/BPN, Raja Juli Antoni, sebagai pelaksana tugas Kepala dan Wakil Kepala OIKN.
Pratikno menjelaskan bahwa penunjukan tersebut dikarenakan pekerjaan umum dan perizinan tanah merupakan hal utama untuk memastikan pembangunan IKN tetap berada pada timeline yang sudah ditentukan.
Baca Juga: Bermalam di IKN, Mendag Zulhas Dampingi Jokowi Groundbreaking Sejumlah Infrastruktur
Tugas besar dalam permasalahan pembebasan tanah yang harus segera diselesaikan oleh Plt Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN.
Setelah Pratikno mengumumkan mundurnya Bambang dan Dhony, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, Plt. Kepala Otorita IKN menjelaskan bahwa persoalan status tanah kepentingan investasi di IKN masih menjadi hambatan utama pembangunan.
Hal ini dikarenakan mayoritas lahan di iKN masih memiliki status tumpang tindih antara tanah yang diklaim milik masyarakat dan tanah pemerintah yang diberikan hak guna usaha (HGU)
Permasalahan ini ditegaskan oleh Menteri Basuki bahwa pemerintah akan gerak cepat untuk menyelesaikan sengketa lahan di kawasan IKN.
Bahkan, ia juga berkomitmen untuk tidak merugikan masyarakat dan akan mengalah apabila permasalahan tanah tersebut sudah mulai mengganggu percepatan pembangunan IKN yang ditargetkan sudah dapat digunakan sebagai tempat upacara kemerdekaan HUT RI di tanggal 17 Agustus 2024 nanti.
Bagaimana komitmen pembangunan yang datang dari investasi dan apakah sudah mencapai target?
Hingga saat ini, Ibu Kota Nusantara yang ditargetkan menjadi tempat pelaksanaan upacara 17 Agustus 2024 terus menggencarkan pemasukan investasi dari berbagai penjuru.
Pengumuman pengunduran Kepala dan Wakil Kepala OIKN juga disusul dengan Groundbreaking Tahap VI yang dilaksanakan tanggal 4-5 Juni 2024.
Baca Juga: Jokowi Pastikan Persiapan Upacara HUT ke-79 RI di IKN Hampir Selesai
Pendidikan dan perbankan menjadi sektor inti yang melantai pada Groundbreaking Tahap VI tersebut.
Setelah melaksanakan enam kali groundbreaking, total pengguliran dana dalam pembangunan IKN telah mencapai Rp119,9 triliun.
Yang berasal dari investasi institusional sebesar Rp47,5 triliun dan APBN sebesar Rp72,3 triliun.
Angka investasi tersebut masih jauh pada target tahun 2024 maupun target sesuai timeline pembangunan.
Bambang Susantono yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala OIKN menargetkan target investasi di tahun 2024 diharapkan dapat menyentuh angka Rp100 triliun.
Digitalisasi platform investasi dalam rangka percepatan tata kelola investasi di Ibu Kota Nusantara
Otorita IKN pada selasa 2 April 2024 menggelar investor gathering yang dilaksanakan di Hotel Sultan, Jakarta.
Selain para investor, OIKN juga turun mengundang Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).
Baca Juga: Jokowi Ingin Bina Bangsa School Nusantara Bisa Perkenalkan Kearifan Lokal di IKN
Selain menjelaskan sektor potensial pada pembangunan IKN ke depannya, Otorita IKN juga mengumumkan platform digital Investara yang menjadi pelayanan satu pintu kegiatan investasi di Ibu Kota Nusantara.
Investara hingga saat ini menjadi platform utama dari Otorita IKN untuk memberikan kesempatan yang adil dan cepat bagi para calon investor, terutama dalam melaksanakan pertukaran Letter of Intent (LoI) sebagai prosedur utama pelaksanaan investasi di Ibu Kota Nusantara.
Investara yang hingga saat ini masih berkantor di Senayan, Jakarta, menjadi tombak pelayanan investasi yang taktis dan menjanjikan.
Pasalnya, pertimbangan untuk berkantor di Daerah Khusus Jakarta sebagai kota global memudahkan Otorita IKN untuk berkomunikasi dengan berbagai pendatang dari seluruh dunia.
Investara juga terus menggencarkan publikasi terkait sektor potensial, skema investasi dan dimensi lainnya pada platform digital yang dapat diakses melalui investara.ikn.go.id. (Baginda Sunan Hilmy)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi







