AKURAT.CO Wacana soal Netflix dan Youtube akan disensor KPI kembali mencuat beberapa waktu lalu.
Menurut Menkominfo, Budi Arie Setiadi, hal itu sedang dalam proses pengkajian dan tahap diskusi.
Menurut Budi, ada perbedaan perlakuan antara platform streaming dengan penyiaran di televisi. Padahal, produk yang ditawarkan sama.
Alasan Netflix dan Youtube Akan Disensor KPI
Dikutip dari berbagai sumber, Selasa (15/8/2023), alasan Netflix dan Youtube akan disensor KPI adalah karena platform tersebut dapat diakses kapan saja, di mana saja, dan oleh siapa saja. Terlebih saat ini sebagian besar masyarakat sudah beralih dari media konvensional (televisi dan radio) ke media digital.
Kemkominfo juga didesak untuk mengawasi konten-konten yang beredar di layanan Over The Top (OTT) oleh Asosiasi Televisi Nasional Indonesia (ATVNI).
Menurut ATVNI, dilakukannya analog switch off beberapa waktu lalu berdampak besar terhadap industri dan masyarakat, sehingga persaingan bukan lagi antara TV dengan TV, melainkan TV dengan platform baru.
Layanan OTT di antaranya adalah Netflix, Disney+, Apple TV, dan lain-lain.
Sementara itu, Aktivis Koalisi Nasional Reformasi Penyiaran (KNRP), Muhamad Heychael, mengatakan bahwa kewenangan mengawasi media digital bukan ranah KPI.
Menurut Heychael, siaran TV konvensional diatur dengan ketat karena menggunakan frekuensi publik, tidak seperti media digital.
Karena itu, KPI tak seharusnya menyamakan produk tontonan digital dengan apa yang disajikan di TV nasional.
Menanggapi itu, Ketua KPI, Agung Suprio, mengatakan pihaknya akan melibatkan pakar-pakar hukum untuk meninjau UU No. 32 tahun 2002 tentang Penyiaran, khususnya terkait frasa "media lainnya" dalam UU tersebut.
la juga mengatakan bahwa pengawasan media digital dan konvensional akan berbeda.
Untuk tayangan digital, KPI akan mencoba mengadopsi regulasi yang ditetapkan negara lain dan menyesuaikan dengan situasi di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 2Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 820 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja




