BNPT Harap Dai Sampaikan Dakwah Wasathiyah Dan Rahmatan Lil Alamin

AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut bahwa dai dan daiyah menjadi salah satu garda depan dalam pencegahan radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan agama.
Untuk itu, dai dan daiyah diharapkan dapat menyampaikan dakwah tentang Islam wasathiyah, Islam rahmatan lil alamin dan akhlakul karimah.
"Ancaman intoleransi, radikalisme, terorisme masih jadi ancaman laten dan potensial yang tidak bisa dihadapi secara parsial tapi butuh keterlibatan multipihak. Dalam kaitan ini penting pelibatan dai dan daiyah yang langung bersentuhan dengan masyarakat dan umat," jelas Deputi 1 Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Nisan Setiadi.
Pernyataan itu disampaikan Deputi 1 BNPT pada Sarasehan Dai dan Daiyah Sulawesi Selatan di Makassar, dikutip Jumat (21/7/2023). Sarasehan dihadiri kurang lebih 150 dai dan daiyah dari berbagai ormas Islam seperti Darud Dakwah Wal Irsyad (DDI), Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, As'Adiyah, IMIM dan lainnya.
Kegiatan itu turut menghadirkan Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar; Direktur Pencegahan BNPT, Irfan Idris; Ketua Umum MUI Sulsel, Nadjamuddin; dan Kepala Urusan Agama Islam Kemenag Sulsel, Wahyudin Hakim, sebagai narasumber.
Nisan mengungkapkan, BNPT punya tiga strategi pencegahan radikalisme dan terorisme yaitu kesiapsiagaan nasional, kontraradikalisasi dan deradikalisasi. Pelibatan dai dan daiyah adalah bagian dari strategi kontraradikalisasi yang di dalamnya ada kontraideologi, kontranarasi dan kontrapropaganda.
"Dai dan daiyah berperan penting memperkuat imunitas masyarakat agar tidak terpapar virus intoleran, radikalisme dan terorisme. Karena itu dai dan daiyah saat berdakwah bisa menyampaikan Islam yang moderat atau wasathiyah, rahmatan lil alamin dan Islam yang akhlakul karimah," tuturnya.
Nisan menambahkan bahwa intoleransi, radikalisme dan terorisme seperti wabah Covid-19. Siapa saja bisa terpapar, di mana saja dan kapan saja. Dan yang terpapar itu tidak harus orang dengan ekonomi lemah tetapi juga profesor, doktor, dokter, TNI, Polri, ASN dan lain-lain.
Nisan menilai penyebaran ideologi intoleransi, radikalisme dan terorisme lebih membumi dibandingkan dari komunisme. Pasalnya, radikalisme dan teroirmse menawarkan bahagia dunia dan akhirat dengan mati syahid karena akan masuk surga dan bertemu 70 bidadari. Sedangkan ajaran komunisme hanya menawarkan kebahagian dunia.
"Mereka membajak agama melalui ayat-ayat kitab suci seolah-olah itu perjuangan jihad dan menghalalkan kekerasan. Mereka itu sering menyalahtafsirkan masalah agama untuk kepentingan meradikalisasi masyarakat. Untuk itu, dai daiyah perlu memberikan pencerahan dengan Islam moderat wasathiyah dan Islam rahmatan lil alamain," paparnya.
Pada hakikatnya, dakwah bertujuan mengajak dan mendorong untuk berbuat kebaikan. Karena itu, dakwah harus dengan cara santun dan baik agar mampu merebut hati rakyat untuk selalu konsisten.
"Jangan ada dai dan daiyah dalam dakwah itu memprovokasi, mengadu domba, menjelekkan pemerintah yang ujungnya selesai pengajian masyarakat malah hatinya panas dan ingin berbuat melawan pemerintah. Jadi, peran dai daiyah sangat besar sekali karena langsung bersentuhan dengan masyarakat dan kelompok di wilayahnya," ujar mantan Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara TNI AD itu.
Nisan yakin tidak ada satu agama di Indonesia yang mengajarkan boleh menyakiti, membuat keonaran, menghalalkan segala cara yang katanya untuk jihad, mengkafirkan orang walaupun sama-sama beragama, bahkan satu agama. Menurutnya, di Indonesia, negara yang harus beragama tapi bukan negara agama.
"Kita harus harmoni dalam kebhinekaan. Kita boleh berbeda tapi kita bersaudara," katanya.
Karena itu, BNPT bersama Kemenag, MUI serta ormas Islam penting bekerja sama dan bersinergi dalam meningkatkan kompetensi dai dan daiyah dalam mencegah paham intoleran, radikalisme dan terorisme. Pasalnya, seseorang menjadi teroris tidak ujug-ujug. Mulai dari intoleran dulu dengan merasa inklusif. Lalu meningkat jadi radikal dan terakhir jadi teroris dengan melakukan amaliah.
Untuk itu, pencegahan atau deteksi dini sangat penting, terutama melalui elemen dai dan daiyah lewat dakwah moderat. Ceramah dai dan daiyah harus menyampaikan sesuatu yang sejuk, menggugah kerukunan antarumat beragama dan bangsa. Apalagi perbedaan itu sunatullah.
"Saya ucapkan terima kasih kepada instansi pemerintah dan organisasi keagamaan dengan sinergi pencegahan intoleransi, radikalisme dan terorisme. Saya berharap dai dan daiyah terlibat aktif memberikan edukasi dan pencerahan kepada masyarakat agar tidak terpapar intoleransi, radikalisme dan terorisme.
Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, memberikan apresiasi tinggi dengan kegiatan ini. Menurutnya, ini upaya yang sangat bagus dilakukan BNPT dalam memperkuat upaya pencegahan intoleransi, radikalisme dan terorisme di Indonesia.
"Saya ucapkan selamat kepada BNPT mampu menghimpun dan mengumpulkan penguasa-penguasa mimbar di Sulawesi Selatan ini. Saya senang karena materi dan peserta kegiatan ini sangat luar biasa. Ini orang pintarnya Sulawesi Selatan berkumpul di sini. Ini prestasi tersendiri bagi BNPT," ujarnya.
Nasaruddin berharap, di tempat lain juga BNPT bisa menciptakan kegiatan dengan merangkul para dai dan daiyah. Menurutnya, sangat penting memberikan informasi-informasi pencegahan radikalisme dan terorisme kepada para dai dan daiyah.
"Semoga ke depan BNPT terus menemukan cara terbaik untuk menyelamatkan warga bangsa dan umat dari berbagai macam aspek-aspek negatif daripada radikalisme dan terorisme," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat
- 10Panggil Bahlil ke Istana, Prabowo Terima Laporan Penguatan Tata Kelola Migas dan Peningkatan Layanan Energi


