Akurat Logo

Bertemu Dubes Ukraina, Prabowo Tekankan Perdamaian Dunia

| 6 Juni 2023, 11:25 WIB
Bertemu Dubes Ukraina, Prabowo Tekankan Perdamaian Dunia

AKURAT.CO Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin di Jakarta, Senin (5/6/2023).

Dalam kesempatan itu, keduanya banyak berdiskusi terkait situasi global yang terus berkembang dan sangat dinamis. Prabowo juga menekankan pentingnya perdamaian dunia.

“Indonesia sebagai negara yang menganut politik bebas aktif ingin menjadi sahabat bagi semua negara di dunia,“ kata Prabowo dalam keterangan foto yang diunggah di Instagram pribadinya @prabowo, Selasa (6/6/2023).

Prabowo menekankan mendukung upaya perdamaian dunia. "Dan kami mendukung langkah-langkah bijak serta upaya terciptanya ketertiban dan perdamaian di dunia,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengusulkan resolusi perdamaian antara Rusia dan Ukraina dalam pertemuan di IISS Shangri-La Dialogue 2023 di Singapura soal Rusia dan Ukraina, pada Minggu (4/6/2023).

Prabowo menawarkan proposal perdamaian antara Rusia-Ukraina. Pertama, gencatan senjata. Dalam hal ini penghentian permusuhan di tempat pada posisi saat ini dari kedua pihak yang tengah berkonflik. 

Kedua, saling mundur masing-masing 15 kilometer ke baris baru (belakang) dari posisi depan masing-masing negara saat ini. Ketiga, membentuk pasukan pemantau. Ia menyarankan PBB diterjunkan di sepanjang zona demiliterisasi baru kedua negara itu.

Keempat, pasukan pemantau dan ahli dari PBB itu harus terdiri dari kontingen dari negara-negara yang disepakati oleh baik Ukraina dan Rusia. 

Kelima, PBB harus mengorganisir dan melaksanakan referendum di wilayah sengketa untuk memastikan secara objektif keinginan mayoritas penduduk dari berbagai wilayah sengketa.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.