Akurat Logo

Hadiri Wisuda Mahasiswa Unas, Ganjar Ingatkan soal Kolaborasi Bukan Kompetisi

Hajah Soraya | 17 November 2022, 16:15 WIB
Hadiri Wisuda Mahasiswa Unas, Ganjar Ingatkan soal Kolaborasi Bukan Kompetisi

AKURAT.CO Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan kepada para mahasiswa lulusan baru (fresh graduate) agar dapat menerapkan ilmunya secara kolaborasi dalam menghadapi tantangan dunia baru. Hal itu lantaran kondisi dunia sudah mengalami perubahan.

Menurutnya, kini sudah tidak lagi ada yang namanya pola kompetisi. Sehingga, para mereka dituntut harus adaptif, inovatif, dan kreatif.

“Tapi ingat dunia sudah berubah, saya hanya mengingatkan saja. Maka pola-polanya tidak lagi kompetisi, tapi kolaborasi. Dan bakat atau talenta menjadi penting, lalu literasi itu juga penting di luar yang diajarkan di kampus, umpama digital,” ujarnya saat menjadi tamu kehormatan untuk memberi pembekalan pada wisuda pascasarjana dan sarjana Universitas Nasional (Unas) di Jakarta Convention Centre, Jakarta, Kamis (17/11/2022).

Baginya, kolaborasi sangat penting dalam menyongsong situasi dunia ke depan. Dari bakat-bakat yang ada di antara mereka, akan memunculkan ilmu-ilmu yang luar biasa.

“Sehingga kolaborasi inilah yang bisa menjadi satu tren. Saya hanya mengingatkan saja dunia tidak sedang baik-baik saja dan kita mesti antisipasi. Dengan ilmu yang biasa-biasa saja tidak cukup, sehingga untuk luar biasa harus kolaborasi. Pendekatannya adalah multidisiplin, saya kira mereka sudah paham,” katanya.

Oleh karenanya, Ganjar berpesan agar para wisudawan dapat menerapkan ilmunya secara kolaborasi, dalam menghadapi tantangan dunia baru.

“Ada banyak hal, karena tiap wisuda pasti yang ditanyakan berikutnya mau kerja apa, di mana, dan kapan. Maka, seluruh ilmu yang didapat dari kampus, di Unas harus dipraktikkan,” ujar Ganjar.

Bukan hanya para sarjana, lembaga-lembaga pendidikan juga harus mengambil peran dalam menyambut generasi emas 2045.

“Artinya kalau kita menuju 2045, menurut saya konsep merdeka belajar dari kementrian mesti dipraktikkan. Kurikulum lebih lincah lagi, lebih adaptif lagi, metode mesti baru. Dan kemudian praktik juga lebih banyak. kalau itu bisa kita lakukan, maka kita akan bisa menghadapi situasi ini,” beber Ganjar.

Ditambahkan, perguruan tinggi dapat mengembangkan pendidikan berbasis riset.“Kasih saja penugasan sektor dan subsektor tertentu, yakni kurikulum berbasis riset,” imbuhnya. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.