Akurat Logo

Banyak Disindir, Ternyata Begini Baliho Efek di Tengah Pandemi

| 10 Agustus 2021, 12:23 WIB
Banyak Disindir, Ternyata Begini Baliho Efek di Tengah Pandemi

AKURAT.CO, Meski banyak disindir, pemasangan bilboard atau baliho menunjukkan efek positifnya di tengah kondisi sulit masyarakat yang dililit pandemi. 

Adalah jasa periklanan, salah satunya Gage Design. Jasa penyedia iklan yang membuat papan reklame 'Kepak Sayap Kebhinekaan Puan' tersebut bak mendapat durian runtuh dari billboard-baliho efek dengan omzet terkerek hingga 200 persen. 

"Alhamdulillah, omzet naik 200 persen. Rekor (pesanan) kami terbanyak dalam sejarah perusahaan justru saat pandemi berkat iklan Mbak Puan," kata Bambang Nugroho, pemilik Gage Design dalam keterangannya yang diperoleh Selasa (10/8/2021) di Jakarta.

Bambang mengaku fenomena pemasangan billboard dan baliho Puan Maharani membawa keuntungan yang cukup besar untuk industri advertising. Tak hanya bisa membuat usahanya bertahan di masa pandemi, tetapi juga bisa memberikan tambahan pemasukan kepada para pekerjanya.

"Dari mulai lockdown awal tahun 2020 beberapa kawan advertising tumbang di bulan ketiga sampai setahun karena dampak pengurangan belanja iklan media luar ruang, yang mengandalkan beberapa corporate perusahaan di Jakarta," ujarnya.

Bambang mengatakan, segala upaya dilakukan sektor industri periklanan agar tetap bisa berproduksi di tengah badai pandemi Covid-19. Hingga kemudian di pertengahan 2021, Gage Design mendapat order pemasangan baliho dan billboard Puan Maharani di sejumlah titik.

Bambang pun mengungkapkan dampak pemesanan ini sangat luar biasa untuk pihaknya, apalagi orderan masuk di saat kebijakan PPKM diberlakukan. "Selain bisa membuat kami menjaga omzet dan team work tetap utuh, kami malah bisa memberi bonus kepada karyawan berkat billboard dan baliho 'Kepak Sayap Kebhinekaan'," ungkapnya.

Dia mengatakan, Gage Design terlibat dalam pemasangan baliho dan billboard Puan Maharani untuk 201 titik di Solo dan sebagian daerah di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Aceh, hingga Sumatera Barat. "Kebetulan kami ada asosiasi bersama, sehingga kami bisa tahu betapa kawan-kawan di asosiasi maupun di luar asosiasi mendapat manfaat juga (dari pemasangan iklan Puan Maharani), sehingga tidak terdampak pengurangan akibat PPKM Darurat," tuturnya.

Harga satu billboard dan baliho, kata Bambang, berkisar antara Rp 12-15 juta, yang dipesan untuk jangka waktu dua bulan.

Banyaknya publikasi Puan Maharani, dianggap Bambang sebagai vitamin dan suplemen bagi pekerja periklanan. Menurut dia, pemasangan baliho dan billboard tokoh-tokoh bisa membantu pemulihan ekonomi nasional (PEN), sebab pemerintah daerah juga mendapat manfaat melalui pajak pemasangan iklan.

"Tentunya menjadi penguatan imun yang luar biasa dan kami berharap masih ada seri berikutnya sehingga pelaku industri kreatif advertising dan media luar ruang bisa bertahan hidup," kata Bambang berharap.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

O