Akurat Logo

Langit Pacitan 'Dibelah' Mega, BMKG Imbau Masyarakat Tenang

| 9 Agustus 2021, 07:01 WIB
Langit Pacitan 'Dibelah' Mega, BMKG Imbau Masyarakat Tenang

AKURAT.CO, Fenomena alam berupa awan lurus yang terjadi di langit Pacitan, Jawa Timur, baru-baru ini menggemparkan warga. Peristiwa tak biasa yang viral di YouTube tersebut terjadi tepat di atas lapangan Kodim Kabupaten Pacitan.

Dalam video itu tampak langit Pancitan yang biru dibelah oleh mega seperti tombak membujur vertikal. Peristiwa ini pun disebut-sebut pertanda gempa bumi.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono memberikan penjelasannya terkait hal ini. Dia mengatakan ada dua kemungkinan penyebab terjadinya fenomena tersebut.

"Dugaan pertama adalah itu merupakan roll cloud atau awan gulung. Awan ini termasuk langka tetapi memang beberapa kali terjadi di beberapa tempat," kata Daryono lewat akun Instagram-nya, dikutip AKURAT.CO, Senin (9/8/2021).

Dia menuturkan, roll cloud tersebut terjadi kerena ada pertemuan dua masa udara dengan kelembapan atau kandungan uap air yang berbeda. Dua hal yang dimungkinkannya dipengaruhi oleh pertemuan angin regional dengan angin laut/darat atau terbentuk pada garis front dua masa udara yang berbeda kandungan uap airnya.

"Kemungkinan dugaan ke dua, awan ini terbentuk oleh contrail (asap) pesawat jet, tetapi biasanya jejaknya relatif kecil diameternya dengan garis awannya lebih kuat dengan warna latar langitnya. Contrail ini umurnya sangat pendek biasanya dalam skala menit bisa hilang, bentuknya mirip awan cirrus," ujar Daryono.

Adanya beberapa dugaan ini, kata Daryono, disebabkan karena tayangan video awan di Pacitan tersebut kurang jelas. "Sehingga dugaan awan tersebut adalah roll cloud atau contrail jejak pesawat jet," ujarnya.

Peristiwa mega membelah langit Pacitan itu menurut Daryono merupakan fenomena atmosferik biasa, bukan pertanda akan terjadi sesuatu yang luar biasa semisal gempa besar atau bencana lainnya.

Dia pun mengimbau masyarakat untuk tenang dan tidak mudah percaya dengan isu yang berkembang dan tak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. "Selama ini memang sebagian masyarakat kita ada yang menduga bahkan percaya adanya kaitan antara bentuk awan lurus di langit dengan pertanda akan terjadi gempa," ucapnya.

Namun begitu, Daryono mengatakan dugaan roll cloud dan contrail tersebut sebenarnya masih sangat spekulatif. "Karena belum ada kajian ilmiah yang membuktikan kebenarannya dan secara empirik belum terbukti," tandasnya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

O