Akurat Logo

Ketika Jiwa Wartawan Dahlan Iskan 'Meronta-ronta' Menelusur Sumbangan 2 T

| 2 Agustus 2021, 13:28 WIB
Ketika Jiwa Wartawan Dahlan Iskan 'Meronta-ronta' Menelusur Sumbangan 2 T

AKURAT.CO, Publik sempat heboh sekaligus terkagum-kagum atas kedermawanan keluarga Akidi Tio yang menyumbangkan Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19 dan kesehatan di Palembang. 

Mulai dari pejabat publik, politikus, pengacara kondang sampai warganet heboh bertutur "wow" atas kedermawanan sang konglomerat tersebut. Betapa tidak, duit sebanyak itu jika dicairkan tentu amat banyak. Bahkan, ada sebagian publik yang bilang duit segede itu bisa untuk mendirikan bank atau partai politik.

Namun, ternyata sumbangan yang diserah-terimakan kepada Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Eko Indra Heri lewat acara seremoni pada Senin pekan lalu itu hingga Senin ini (2/8/2021) tak tampak "hilalnya" alias tak jelas adanya. Hal itu terungkap dari penelusuran yang dilakukan wartawan senior Dahlan Iskan.

Memang, soul jurnalis mantan Menteri BUMN itu hingga detik ini tak pernah padam. Dia selalu bak meronta-ronta melihat sesuatu fenomena janggal di Tanah Air tercinta. Lewat laman pribadinya, disway.id, Dahlan Iskan melaporkan hasil menelusuri sumbangan fantastis itu. Bahkan, Dahlan Iskan sampai menuliskan 5 artikel khusus topik sumbangan Rp 2 T itu.

"Tangan saya pun gemetar ketika mendapat kepastian bahwa Heryanti memang punya utang itu. Yang belum terbayar itu. Bukan hoax," kata Dahlan Iskan dalam laporannya berjudul Perjuangan 2 T yang diposting Sabtu (31/7/2021).

Heryanti--yang menyerahkan plakat sumbangan Rp 2 triliun kepada Irjen Pol Eko Indra Heri dalam seremonial itu--adalah putri bungsu Akidi Tio. Dalam artikel Perjuangan 2 T tersebut, Dahlan Iskan mengungkap bagaimana kisah uang Rp 2 triliun itu disebut tak akan bisa dicairkan. "Kalau toh bisa harus dengan usaha yang luar biasa dan biaya yang besar," ungkap Dahlan Iskan seperti pengakuan anak-anak Akidi Tio selain Heryati.

Kisah sumbangan 2 T yang hingga kini duitnya antara ada dan tiada itu berawal dari penelusuran Dahlan Iskan terhadap orang yang sangat dekat dengan Heryanti. Dahlan Iskan sukses mendapat informasi penting dari sumber yang dia sebut Si Cantik berinisial lima “i” tersebut. “Sampailah saya menemukan wanita cantik dengan lima ‘i’ itu,” kata Dahlan Iskan.

Ada Utang Dibalik Sumbangan

"Jadi uang Rp 2 triliun itu ada?” tanya Dahlan ke Si Cantik. "Ada. Mungkin paling lambat Senin (2/8/2021) cair," jawab Si Cantik. "Dari mana Anda tahu Senin bisa cair," tanya Dahlan lagi. "Saya baru saja telepon Heryanti. Dia bilang begitu," kata Si Cantik.

"Bagaimana Anda bisa begitu optimis uang itu pasti cair?" tanya Dahlan Iskan selanjutnya ke Si Cantik. "Saya percaya dia. Dia bilang begitu," kata Si Cantik. "Tapi dulu pun dia kan juga sering bilang ‘bulan depan’ atau ‘minggu depan’ (soal Heryanti berutang Rp 3 miliar ke Si Cantik)" kata Dahlan Iskan bertanya.

"Iya sih. Tapi kali ini bicaranya kan dengan kapolda. Mana bisa sembarangan," kata Si Cantik menjawab.

Dahlan Iskan mengisahkan soal utang Heryanti sebesar Rp 3 miliar itu yang ternyata untuk pengurusan penarikan uang Rp 2 triliun yang disimpan di Singapura tersebut. Dulu Si Cantik meminjamkan uang Rp 3 miliar itu ke Heryanti yang terus berusaha mendapatkan uang Rp 2 triliun tersebut. Dari 7 anak Akidi Tio, tinggal Heryanti yang tak mau menyerah untuk mendapatkan uang Rp 2 triliun itu.

Dahlan Iskan mengungkapkan bahwa Si Cantik sendiri pernah ikut mendampingi Heryanti ke Singapura dalam pengurusan uang 2 triliun rupiah tersebut. Dalam artikel Perjuangan 2 T itu, Dahlan pun menyisipkan sebuah foto wanita dengan kaos putih bertopi branded tengah berada di dalam pesawat pribadi mengenakan jam tangan Rp 25 miliar yang menjadi pertanyaan: "Apakah itu Heryanti?"

"Hahaha… Bukan! Heryanti itu orangnya sederhana, humble dan biasa-biasa saja," jawab Si Cantik.

Hingga Senin, 2 Agustus 2021 ini, uang sumbangan Rp 2 triliun itu masih tak tampak hilalnya alias tak jelas adanya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

O