FKUI Kenalkan 120 Guru Paud Tentang Pola Makan Sehat

AKURAT.CO,Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mendidik sebanyak 120 guru pendidikan anak usia dini (PAUD) di Jakarta Utara melalui program "Isi Piringku".
"Konsumsi gizi seimbang sesuai dengan anjuran 'Isi Piringku' bagi anak 4-6 tahun harus dilakukan untuk memastikan anak memiliki tumbuh kembang sesuai dengan usianya," kata dr. Dian Kusumadewi, di Jakarta, Kamis (21/11/2019).
Menurut Dian periode emas tumbuh kembang anak-anak ada dalam rentang 1000 Hari Pertama Kehidupan. Namun, kebiasaan konsumsi gizi yang baik perlu dipertahankan bahkan saat anak sudah menginjak usia 4-6 tahun.
Gizi seimbang seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral memiliki fungsi tersendiri dalam metabolisme dan kesehatan anak, sehingga harus dikonsumsi secara seimbang menurut jenis, jumlah, dan jadwal pemberiannya.
"Selain itu, mereka dianjurkan untuk mengonsumsi 8 gelas air, beraktivitas fisik, dan melakukan pemantauan pertumbuhan,” ujar Dian.
Untuk memastikan hal tersebut, pola asuh yang baik perlu diterapkan sejak dini oleh orang dewasa yang sehari-harinya bertemu dengan anak.
Sedangkan Endang, salah satu guru PAUD dari Kelapa Gading yang mengikuti Pelatihan Isi Piringku 4-6 Tahun menuturkan, dalam menghadapi era globalisasi, banyak orang tua murid yang belum mengetahui panduan gizi seimbang.
"Buktinya, masih banyak anak yang membawa makanan cepat saji (junk food) sebagai bekal dengan alasan orang tua tidak memiliki waktu luang,” ujar dia.
Wakil Walikota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim, menyambut baik edukasi ini. Menurut dia peningkatan kesehatan anak terutama balita memerlukan kerjasama berkelanjutan dari berbagai pemangku kepentingan, baik dari pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta.
"Intervensi tahap awal berupa edukasi gizi dalam pendidikan anak balita sangat penting, terutama ketika anak sudah mulai mengenal dan memilih makanan sendiri. Kami berharap kegiatan ini dapat disebarluaskan di masyarakat, masuk ke kurikulum untuk mewujudkan PAUD beriorientasi kesehatan," ujar Ali.
Kegiatan yang diselenggarakan melalui kerja sama dengan Danone Indonesia ini merupakan upaya memerangi gizi kurang untuk anak-anak. Data menunjukkan 17,7% balita di Indonesia masih mengalami gizi kurang dan gizi buruk, hingga 30,8% terindikasi stunting. Diluar itu, sekitar 55% balita mengalami kekurangan energi , dan lebih dari 80% anak usia 4-12 tahun kekurangan EPA+DHA . [].
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK



