Untar Dukung Penyampaian Pendapat Mahasiswa Lewat Kegiatan Akademik

AKURAT.CO, Universitas Tarumanagara (UNTAR) menyampaikan dukungannya kepada mahasiswa yang menyampaikan masukan secara positif kepada pemerintah melalui kegiatan akademik, di tengah banyak unjuk rasa mahasiswa yang kerap berujung ricuh.
"Demonstrasi adalah hak warga negara untuk mengungkapkan sesuatu. Yang penting kan semua berjalan sesuai dengan koridor hukum, tidak merusak, tidak anarkis," kata Rektor UNTAR, Agustinus Purna Irawan usai mengisi acara Dies Natalis ke-60 UNTAR, di Jakarta, Kamis (3/10/2019).
Agustinus mengatakan bahwa menyampaikan pendapat melalui unjuk rasa adalah hak bagi setiap mahasiswa. Namun, UNTAR, dalam hal itu mengambil sikap untuk juga melindungi hak bagi mahasiswa yang memiliki pandangan berbeda.
"Karena itu, silakan demo, tetapi jangan bawa nama UNTAR," tegas Agustinus.
Sebagai sebuah individu, katanya, setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat mereka. Namun, UNTAR sebagai sebuah lembaga akademik lebih memilih untuk mendorong para mahasiswanya agar dapat menyampaikan masukan dalam forum-forum resmi secara akademis.
"Kalau enggak didengar, itu lebih baik membuat analisis dan seterusnya, memberikan masukan kepada pemerintah. Dia juga jadi belajar bagaimana memberikan masukan. Satu saat jadi pejabat, dia juga tahu bagaimana menerima masukan dari orang lain." tutur Agustinus.
Oleh karena itu, ia kembali menekankan bahwa dirinya tidak mendukung demonstrasi tetapi mendukung mahasiswanya untuk memberikan masukan secara positif melalui kegiatan akademik.
"Karena memang kita adalah lembaga akademik. Jadi harus netral dan harus selalu memberikan yang terbaik melalui pemikiran-pemikiran yang cerdas," ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah banyak aksi mahasiswa untuk menentang sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU) yang beberapa di antara aksi tersebut berujung pada bentrokan antara mahasiswa dan personel keamanan.
Pernyataan sikap tersebut juga disampaikan untuk menanggapi ajakan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) kepada para rektor untuk menciptakan suasana yang teduh menjelang pelantikan anggota DPR, serta Presiden dan Wakil Presiden. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai



