AKURAT.CO, Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Wilayah Barat meluncurkan Seleksi Mandiri Masuk yakni penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri.
"Penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri merupakan upaya kita, bagaimana calon mahasiswa di wilayah barat bisa melakukan tes masuk PTN di tempat dia berasal," ujar Ketua Panitia Pelaksana Seleksi Mandiri Masuk BKS PTN Wilayah Barat, Prof Syamsurizal, di Jakarta, Minggu (29/4).
Melalui seleksi tersebut, para peserta calon mahasiswa memiliki pilihan untuk memilih program studi dari perguruan tinggi lain yang diminati sama dengan yang ditawarkan program Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).
Untuk SMM PTN-Barat tersebut diikuti 15 PTN yang ada di Pulau Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Sebanyak 15 PTN tersebut yakni Universitas Syiah Kuala, Universitas Andalas, Universitas Jambi, Universitas Lampung, Universitas Bengkulu, ISI Padang Panjang.
Universitas Palangka Raya, Universitas Malikulsaleh, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Universitas Bangka Belitung, Universitas Teuku Umar, Institut Teknologi Sumatera, Institut Seni Budaya Indonesia Aceh, dan Universitas Samudra.
Dia menambahkan pendaftaran SMM PTN-Barat tersebut dimulai 2 Mei hingga 10 Juli. Untuk ujiannya sendiri dilakukan pada 17 Juli dan ujian keterampilan dilangsungkan pada 18-19 Juli 2018. Hasil ujian akan diumumkan pada 27 Juli 2018.
Pihaknya memberikan waktu hingga 10 Juli mengingat pengumuman SBMPTN pada 3 Juli. Panitia memberikan waktu tujuh hari bagi calon mahasiswa yang tidak lolos SBMPTN untuk mendaftar jalur mandiri.
"Mahasiswa yang mengikuti seleksi ini harus mengikuti tes di PTN pilihan pertamanya. Misalnya pilihan pertamanya Universitas Andalas, pilihan keduanya Universitas Syiah Kuala, maka yang bersangkutan harus tes di Padang," tambah dia.
Untuk kuota di PTN, lanjut dia, maksimal 30 persen. Meski demikian, kuota SBMPTN yang tidak terpenuhi bisa dilimpahkan ke seleksi mandiri.
Ketua BKS PTN-Barat, Prof Syafsir Akhlus, menambahkan ujian mandiri tersebut sama halnya dengan SBMPTN termasuk alat ukur yang digunakan.
"Begitu juga dengan sistem penilaiannya, sama dengan SBMPTN," kata Syafsir.
Untuk persyaratannya yakni lulusan SMA/SMK/MA sederajat pada tiga tahun terakhir. Khusus untuk PTN Unimal, UNJA dan UMRAH menerima lulusan pada lima tahun terakhir.
Pendaftaran dilakukan secara daring pada situs www.smmptnbarat.id. Kelompok ujian terbagi tiga yakni Saintek, Soshum dan Campuran.
Peserta yang memilih prodi yang masuk pada kelompok Saintek atau Soshum dapat memilih sebanyak-banyaknya tiga program studi pada satu PTN atau lebih.
Sementara untuk kelompok Campuran dapat memilih empat program studi pada satu PTN atau lebih.
Untuk biaya registrasi kelompok Saintek dan Soshum sebesar Rp300.000, dan untuk kelompok Campuran Rp400.000.
"Ini merupakan tahun kedua pelaksanaan SMM PTN-Barat. Sebenarnya PTN yang ada di wilayah Barat sebanyak 32 PTN, namun kami memberikan kebebasan pada PTN yang lain untuk ikut atau tidak," jelas Syafsir.
Seleksi mandiri bersama dilangsungkan karena banyaknya PTN baru di wilayah Barat yang kesulitan membuat soal ujian mandiri.
"Melalui kebersamaan ini, kami berharap bisa mendapatkan mahasiswa yang juga berkualitas," harap Syafsir.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini


