Kemenko Polkam Dorong Kerja Sama Indonesia–Belanda di Bidang Kemanusiaan dan Sejarah Perang

AKURAT.CO Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) mendorong peningkatan kerja sama bilateral Indonesia–Belanda, khususnya di bidang kemanusiaan dan sejarah, terkait peristiwa pertempuran di Selat Sunda tahun 1942.
Plt. Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Amerika dan Eropa Kemenko Polkam, Nur Rokhmah Hidayah, menegaskan, kolaborasi di bidang kemanusiaan dan sejarah perang menjadi bagian penting dari kerja sama strategis politik dan keamanan kedua negara.
“Pemerintah Indonesia menyambut baik permintaan Pemerintah Belanda terkait kerja sama sejarah perang tahun 1942. Hubungan bilateral yang terjalin menjadi dasar kuat untuk menyikapi isu ini secara konstruktif,” ujarnya, Sabtu (9/8/2025).
Menurut Nur Rokhmah, Kemenko Polkam siap memimpin proses identifikasi dan penelusuran sejarah tersebut sebagai bentuk kerja sama konkret antara kedua negara.
Senada, Direktur Eropa I Kementerian Luar Negeri RI Widya Sadnovic menyatakan kerja sama ini akan memperkuat kemitraan politik dan keamanan melalui pendekatan sejarah.
“Kami di Kemlu menyambut baik permintaan Pemerintah Belanda untuk melakukan identifikasi prajurit mereka yang gugur pada 1942 dan disinyalir dimakamkan di Lampung Selatan. Ini menyangkut isu kemanusiaan, sejarah perang, dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas,” jelasnya.
Salah satu pembahasan dalam pertemuan kedua negara adalah dukungan teknis dalam proses identifikasi dua prajurit tersebut, yang memerlukan pendekatan ilmiah.
Dinas Pemulihan dan Identifikasi Angkatan Darat Kerajaan Belanda (BIDKL) menyatakan minat untuk bermitra dengan institusi terkait di Indonesia.
Menanggapi hal ini, perwakilan Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri, dr. Wahju Hidajati, menyatakan kesiapannya untuk membantu aspek ilmiah, termasuk pemeriksaan DNA, apabila dibutuhkan dalam konteks historis maupun arkeologis.
“Kami di Pusdokkes Polri siap memberikan dukungan teknis guna mendukung pengungkapan data berbasis ilmiah,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







