Prabowo dan Trump Bahas Negosiasi Tarif Impor Lewat Telepon, Mensesneg: InsyaAllah Positif

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, disebut turut membahas tarif impor saat menerima sambungan telepon dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Namun, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, mengatakan bahwa pembicaraan mengenai hal tersebut tidak dibahas secara spesifik.
Pembicaraan tersebut lebih mengarah kepada langkah Pemerintah Indonesia, yang telah mengirim tim untuk bernegosiasi terkait kebijakan tarif impor AS kepada Indonesia. Saat ini, kedua pihak masih mempelajari poin-poin yang terkandung dalam upaya negosiasi tersebut.
Baca Juga: Impor AS Anjlok Hingga 20 Persen, Tarif Trump Jadi Pemicu Gejolak Rantai Pasok
"Ya membahas dalam konteks, kita kan kemarin mengirim tim negosiasi. Dan kemudian dipelajari oleh masing-masing pihak," ujar Prasetyo kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (17/6/2025).
Dalam negosiasi tersebut, pemerintah Indonesia menawarkan sejumlah hal. Hal ini yang menurutnya masih dipelajari oleh AS. Sehingga, Prasetyo membantah ketika ada pihak yang menyebut bahwa upaya negosiasi Indonesia kepada AS telah gagal.
"Bukan berhasil atau enggak berhasil, kita juga menawarkan sesuatu dan beberapa pihak sedang mempelajarinya," ujarnya.
Sebaliknya, Prasetyo justru mengisyaratkan bahwa AS menyambut baik poin-poin yang ditawarkan Indonesia dalam negosiasi. "InsyaAllah positif, harus optimis. Jangan negatif-negatif terus ya," ungkapnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menerima sambungan telepon dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Kamis (12/6/2025) malam.
Dalam percakapan yang berlangsung selama hampir 15 menit tersebut, kedua pemimpin negara disebut saling bertukar kabar sekaligus membahas perkembangan terkini kedua negara.
"Kedua pemimpin saling menanyakan kabar serta perkembangan terkini, baik di Amerika maupun di Indonesia," ujar Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya, Jumat (13/6/2025).
Baca Juga: OJK Dorong Negosiasi Tarif Impor AS Demi Pertumbuhan Asuransi Marine Cargo
Prabowo juga menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Trump atas terpilihnya kembali sebagai Presiden Amerika Serikat. Sebaliknya, Presiden Trump turut memberikan selamat atas terpilihnya Presiden Prabowo sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia.
"Presiden Prabowo sekali lagi menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Trump atas terpilihnya kembali menjadi Presiden Amerika. Demikian pula Presiden Trump yang turut memberikan ucapan selamat atas terpilihnya Presiden Prabowo sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia," lanjut Teddy.
Dalam pembicaraan hangat tersebut, kedua pemimpin juga membahas kerja sama bilateral antara kedua negara. Presiden Prabowo dan Presiden Trump sepakat untuk terus meningkatkan hubungan kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat.
"Sebagai pemimpin dua negara besar, keduanya juga sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat, serta menegaskan dukungan mereka terhadap upaya menjaga stabilitas dan perdamaian global," kata Seskab.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 4Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 5Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 6Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 7Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 8Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 9KPK Pantau Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
- 10Kunjungi Pindad, Ketua MPR Dorong Penguatan Industri Pertahanan Nasional








