Akurat Logo

Polemik Ribuan CPNS Mundur, Puan Dorong Pemerintah Evaluasi Sistem Rekrutmen ASN

Paskalis Rubedanto | 25 April 2025, 18:53 WIB
Polemik Ribuan CPNS Mundur, Puan Dorong Pemerintah Evaluasi Sistem Rekrutmen ASN

AKURAT.CO Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengatakan proses rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) perlu dievaluasi secara menyeluruh. Hal ini menanggapi, mundurnya 1.967 calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2024, setelah dinyatakan lulus dan mendapat penempatan.

Menurutnya, tingginya angka pengunduran diri CPNS bukan merupakan fenomena biasa, melainkan indikator yang menunjukkan sistem yang ada belum mampu menjawab ekspektasi dan kebutuhan generasi muda.

"Proses rekrutmen CPNS tidak boleh hanya bersifat administratif. Harus ada evaluasi menyeluruh dengan perencanaan matang dan pendekatan yang lebih strategis, mulai dari penyusunan formasi hingga penempatan akhir. Kalau tidak, kita akan terus menghadapi persoalan seperti ini," kata Puan dalam keterangannya, Jumat (25/4/2025).

Baca Juga: Kepala BKN: CPNS yang Mengundurkan Diri Tak Akan Kena Sanksi

Dia menilai, ada faktor kelemahan perencanaan dalam rekrutmen yang menyebabkan ketidaksesuaian antara minat peserta dan posisi yang ditawarkan. Jika ini tidak diperbaiki, negara akan kehilangan SDM yang berkualitas.

"Negara bisa kehilangan potensi sumber daya manusia yang berkualitas untuk memperkuat pelayanan publik. Ini tantangan nyata bagi kita semua," tutur mantan Menko PMK tersebut.

Puan pun mendorong Kementerian PAN-RB dan BKN, untuk melakukan reformasi dalam proses rekrutmen ASN dengan memperhatikan sejumlah aspek penting. Mulai dari transparansi informasi sejak awal seleksi, sistem penempatan berbasis minat dan kompetensi, serta pemberian insentif dan jaminan karier yang adil.

Tak hanya itu, pentingnya pendekatan yang lebih manusiawi dalam merancang proses seleksi, terutama untuk formasi di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).

"Penempatan ASN, terutama di daerah 3T harus disertai dengan insentif yang layak, peluang pengembangan karier yang adil, serta infrastruktur yang mendukung agar mereka bisa bekerja dengan optimal dan hidup dengan layak," terangnya.

Dia mengingatkan, bahwa ketertarikan generasi muda untuk menjadi PNS tidak bisa lagi mengandalkan iming-iming stabilitas dan pensiun semata. Menurutnya, generasi muda saat ini juga mencari makna dalam pekerjaan, peluang bertumbuh, serta kualitas hidup yang seimbang.

Baca Juga: Ribuan CPNS Mengundurkan Diri, Ini Penjelasan Kepala BKN

"Kalau negara ingin menarik SDM terbaik, maka sistem ASN juga harus bertransformasi menjadi sistem yang adaptif, inklusif, dan responsif terhadap perubahan zaman," ujarnya.

"Kalau proses rekrutmen ASN masih bertumpu pada cara-cara lama, jangan heran kalau generasi muda memilih mundur. Sistem rekrutmen ASN harus beradaptasi dengan zaman," tambah Puan.

Sebagai mitra pemerintah, DPR disebut akan memberikan masukan konstruktif dalam mendorong pembenahan manajemen ASN. Puan memastikan, bahwa isu ini akan menjadi perhatian serius dalam pengawasan dan legislasi ke depan.

"Kita tidak bisa membiarkan birokrasi kehilangan regenerasi. Jika ini tidak segera dibenahi, maka pelayanan publik yang seharusnya menjadi wajah kehadiran negara di tengah rakyat akan kehilangan daya saing," tutup Puan.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan pengunduran diri ribuan CPNS merupakan konsekuensi dari proses optimalisasi penerimaan CPNS yang telah dirancang sejak awal.

"Saya ingin menyampaikan terkait optimalisasi rekan-rekan. Yang banyak muncul di media, banyak yang mengundurkan diri. Nah, yang banyak mengundurkan diri itu hasil dari optimalisasi penerimaan CPNS," kata Zudan usai rapat bersama Komisi II DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Baca Juga: Pembatalan Kelulusan CPNS Sebanyak 714 Peserta, Alasannya Ternyata Ini!

Dia menjelaskan, optimalisasi dilakukan untuk mengisi formasi-formasi kosong yang tidak memiliki pelamar atau tidak terpenuhi saat proses seleksi awal.

"Optimalisasi itu konsepnya begini. Ada formasi yang kosong, tidak ada pendaftarnya. Kalau itu dibiarkan, akan terjadi kekosongan yang besar," ujarnya.

Dia juga mengungkap, formasi yang berhasil terisi melalui skema optimalisasi ini mencapai sekitar 16 ribu posisi. Namun, dari jumlah itu, terdapat sekitar 1.900 orang yang mengundurkan diri, atau sekitar 12 persen, sehingga tingkat keterisian formasi CPNS mencapai 88 persen.

"Bayangkan bila tidak ada optimalisasi, akan terjadi kekosongan 16 ribu. Dengan optimalisasi ini, yang mengundurkan diri sebanyak 12 persen, terisi 88 persen. Itu ya teman-teman semua, mohon bisa disebarluaskan luas," demikian Zudan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.