Aksi Boikot Produk Pro-Israel di Indonesia Akan Semakin Meluas: Jadi Jalan Jihad Rasional Umat Muslim

AKURAT.CO Meningkatnya agresi brutal Israel terhadap warga sipil Palestina belakangan ini diprediksi akan mendorong gelombang boikot terhadap produk-produk yang terafiliasi dengan Israel di Indonesia semakin membesar.
Analis perilaku konsumen, Megel Jekson, menilai bahwa kemarahan umat Muslim Indonesia kini memasuki titik puncaknya, dan aksi boikot dianggap sebagai bentuk perlawanan yang paling rasional dan mudah dilakukan oleh masyarakat luas.
"Aktivitas boikot akan semakin besar. Bagi umat Islam Indonesia, boikot produk terafiliasi Israel menjadi bentuk jihad yang paling rasional dan mudah dilakukan,” ujar Megel dalam keterangannya kepada media, Rabu (16/4/2025).
Menurut Megel, masifnya kampanye boikot di media sosial juga turut mendorong kesadaran kolektif masyarakat, terutama generasi muda yang aktif di platform digital.
Ia menilai, kampanye ini bukan sekadar ajakan emosional, tetapi juga menyampaikan logika yang kuat tentang bagaimana aliran dana dari konsumsi produk tertentu bisa memperkuat agresi militer Israel.
Baca Juga: Menteri PKP: Pembangunan dan Renovasi Rumah Warga Enggak Pakai Uang Negara
“Narasi boikot di media sosial semakin kuat dan menarik. Ini membuka mata umat Islam Indonesia bahwa aksi tersebut bisa menghambat aliran dana ke Israel, yang digunakan untuk membiayai serangan terhadap warga Gaza,” jelasnya.
Lebih lanjut, Megel menyoroti peran penting gerakan intelektual Islam dan organisasi mahasiswa seperti YKMI dan PMII yang berani mempublikasikan daftar produk yang patut diboikot. Langkah ini, menurutnya, membuat arah boikot lebih jelas dan fokus.
YKMI sendiri telah merilis daftar 10 merek produk terafiliasi Israel, sedangkan PMII mengumumkan 25 produk global yang mereka anggap harus dijauhi, di antaranya: Danone Aqua, Coca-Cola, KitKat, Toblerone, Kraft, hingga Pantene.
Selain itu, Megel menegaskan, maraknya boikot harus menjadi momentum kebangkitan produk dalam negeri dan UMKM lokal.
Pergeseran konsumsi akibat boikot, menurutnya, bisa jadi berkah ekonomi bagi Indonesia.
“Ini waktu terbaik untuk mengalihkan konsumsi ke produk nasional dan UMKM lokal. Jangan sampai satu rupiah pun dari kita berubah menjadi peluru yang membunuh anak-anak Gaza. Sebaliknya, uang kita bisa memperkuat ekonomi bangsa,” tegasnya.
Ia menutup pernyataan dengan ajakan kepada masyarakat luas untuk menjadikan konsumsi sebagai bentuk perjuangan, sembari menumbuhkan solidaritas kemanusiaan dan semangat kemandirian ekonomi nasional.
Baca Juga: Jalin Sinergi Global: Menteri Perindustrian dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Sambangi MIND ID
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







