Akurat Logo

Trump Naikkan Tarif Impor hingga 32 Persen, Alarm Buruk untuk Pariwisata Indonesia

Ahada Ramadhana | 3 April 2025, 17:05 WIB
Trump Naikkan Tarif Impor hingga 32 Persen, Alarm Buruk untuk Pariwisata Indonesia

AKURAT.CO Kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menaikkan tarif impor sebesar 32 persen terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia, sangat berdampak bagi pasar global.

Kebijakan ini akan menjadi alarm untuk berbagai sektor, termasuk industri pariwisata yang menjadi tulang punggung devisa negara.

Ketua Yayasan Inovasi Pariwisata Indonesia (Yipindo), Taufan Rahmadi, mengatakan daya beli wisatawan asing dapat menjadi peluang dari pelemahan rupiah. Menurutnya, pelemahan rupiah sejatinya dapat menjadi katalisator bagi sektor pariwisata inbound.

Baca Juga: Investor Kabur ke Safe Haven Efek Tarif Resiprokal Trump, IHSG Aman?

Wisatawan mancanegara, khususnya dari negara dengan mata uang kuat seperti Amerika Serikat, Eropa, dan China, akan mendapati Indonesia sebagai destinasi yang semakin terjangkau.

Data dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa selama periode 2018-2019, ketika Rupiah melemah ke kisaran Rp15.000 per USD, kunjungan wisatawan asing meningkat sebesar 4,1 persen (BPS, 2019).

"Dengan depresiasi yang lebih dalam saat ini, kita bisa mengantisipasi peningkatan serupa bahkan lebih signifikan jika dikelola dengan strategi pemasaran yang tepat," kata dia dalam keterangannya, Kamis (3/4/2025).

Di sisi lain, efek domino dari melemahnya rupiah juga dapat beresiko dalam menahan laju investasi di sektor pariwisata. Menurutnya, para investor akan lebih berhati-hati dalam pengembangan destinasi dan fasilitas akomodasi.

Baca Juga: Harga Emas Pecah Rekor Lagi Imbas Tarif Resiprokal Trump

"Sedangkan dari sektor hospitality, mulai dari hotel hingga restoran, berpotensi menghadapi lonjakan biaya impor bahan baku dan peralatan, yang sebagian besar masih bergantung pada pasar luar negeri," ujarnya.

Data dari Laporan Investasi Pariwisata BKPM tahun 2023), mencatat bahwa total investasi asing di sektor pariwisata pada tahun 2022 mencapai USD 1,5 miliar, dengan 37 persen di antaranya berasal dari investor Amerika dan Eropa.

"Dengan ketidakpastian ekonomi akibat kebijakan tarif Trump, arus modal ini bisa terdampak, mempengaruhi pengembangan infrastruktur wisata yang telah direncanakan," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.