Salurkan Bansos Tepat Waktu, Bikin Masyarakat Gembira saat Lebaran

AKURAT.CO DPR RI menyambut baik pencairan dua jenis bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah.
Menurut Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, bansos yang diberikan pemerintah dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan Lebaran.
"Tentunya bansos yang disalurkan sebelum Hari Raya Idulfitri akan membantu rakyat. Terutama bagi masyarakat kalangan keluarga menengah ke bawah," katanya, melalui keterangan tertulis, Kamis (27/3/2025).
Sebagai informasi, ada dua jenis bansos dari Kementerian Sosial yang cair pada Maret 2025, yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Cucun pun mengapresiasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pemberian bansos kepada masyarakat sebelum Hari Raya Lebaran.
"Karena kebutuhan masyarakat pastinya akan meningkat saat Idulfitri. Bantuan sosial yang diberikan pemerintah dapat mengurangi beban kebutuhan tersebut dan agar membuat masyarakat semakin gembira di hari kemenangan Lebaran nanti," jelas legislator dari Dapil Jawa Barat II tersebut.
Baca Juga: Perkuat Daya Beli Jelang Lebaran, Mendagri: Segera Gelontorkan Bansos
Adapun, pencairan bansos PKH tahap pertama berlangsung selama Januari hingga Maret 2025.
Prosesnya dilakukan secara bertahap hingga akhir bulan menjelang Lebaran.
Sementara, pencairan BPNT dilakukan setiap bulan. Untuk periode Maret 2025, pencairan akan berlangsung hingga akhir bulan.
Bagi yang termasuk dalam kategori keluarga penerima manfaat (KPM) bansos, masyarakat dapat mencairkannya selama bulan Maret atau menjelang Hari Raya Idulfitri.
Kendati telah ditetapkan, waktu penerimaan bansos bisa berbeda di setiap daerah. Akibat sistem distribusi serta kesiapan masing-masing daerah dalam penyalurannya.
Pencairan bansos dilakukan melalui PT Pos Indonesia dan bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni BRI, Mandiri, BNI dan BTN.
Cucun mengingatkan pemda agar mematuhi instruksi pemerintah pusat dengan memastikan bansos cair tepat waktu dan tidak bocor ke pihak yang tidak berhak.
Menurutnya, DPR akan meminta laporan realisasi penyaluran dari tiap pemda secara berkala.
"Pastikan bantuan ini tepat sasaran dan tepat waktu. Karena banyak masyarakat yang mengharapkan bantuan segera disalurkan sebelum Idulfitri," katanya.
Pemerintah diingatkan untuk menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar menghindari salah sasaran.
Ia pun mendorong transparansi daftar penerima bansos melalui platform publik.
"Saat ini, anggota DPR sudah memasuki masa reses. Anggota dewan dapat memaksimalkan pengawasan penyaluran bantuan sosial untuk masyarakat yang berhak di dapilnya masing-masing," tutur Waketum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Cucun mengatakan, DPR perlu mengambil peran pengawasan untuk memastikan bansos tepat sasaran dan efektif meningkatkan daya beli masyarakat di daerah sesuai target pemerintah.
"Pastikan juga bansos diterima untuk yang betul-betul berhak. Termasuk warga yang masuk dalam daftar penerima bansos yang mungkin saat ini sedang mengungsi karena bencana alam. Jangan sampai mereka tidak mendapatkan haknya. Kita juga mengharapkan masyarakat turut memantau proses pencairan bansos di momen-momen Lebaran ini," jelasnya.
Lebih lanjut, Cucun menekankan pentingnya pemda bekerja secara optimal dan kredibel dalam distribusi bansos.
Ia mendorong adanya sanksi tegas bagi pemda yang terlambat menyalurkan bansos atau terbukti melakukan manipulasi.
"Karena Presiden Prabowo berserta jajarannya berkomitmen membantu masyarakat jelang hari raya. Kita harus jaga semangat ini dengan memastikan bansos tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran," kata Cucun.
Adapun, selain bansos PKH dan BPNT, sejumlah bantuan sosial juga akan diterima masyarakat yang berhak pada bulan Maret ini.
Seperti Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) untuk periode Januari hingga Maret, bansos beras 10 kilogram bagi Penerima Bantuan Pangan (PBP), di mana bantuan ini disalurkan selama enam bulan dengan tahap awal pencairan pada Januari dan Februari.
Baca Juga: Jangan Ketergantungan Bansos, KPM Harus Naik Kelas Jadi Keluarga Mandiri
Serta bantuan pendidikan bagi siswa yakni Program Indonesia Pintar (PIP) dengan pencairan dilakukan bertahap.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik








