Akurat Logo

Strategi Anti-Macet Lebaran: Polisi Siapkan 'Jalur Rahasia' di Tol Japek!

Ahada Ramadhana | 1 Maret 2025, 23:19 WIB
Strategi Anti-Macet Lebaran: Polisi Siapkan 'Jalur Rahasia' di Tol Japek!

AKURAT.CO Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryo Nugroho, menginstruksikan Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat untuk menyesuaikan strategi pengamanan lalu lintas dalam Operasi Ketupat 2025, terutama terkait pemanfaatan jalan tol fungsional guna mengurai kepadatan kendaraan saat arus balik Lebaran.

Dalam rapat koordinasi bersama jajaran Ditlantas Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat, Agus mengungkapkan bahwa Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Selatan II kemungkinan akan difungsikan sebagai jalur alternatif guna mengurangi beban lalu lintas di jalur utama.

"Tol fungsional ini diperkirakan mampu menampung sekitar 1.000 kendaraan per jam, sehingga bisa membantu memperlancar arus balik," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/3/2025).

Agus mencontohkan, salah satu skema yang sedang dikaji, yakni pemanfaatan jalur fungsional di KM 76 yang langsung terhubung ke KM 37 atau KM 34.

Dengan adanya jalur alternatif ini, pola pengaturan lalu lintas di sepanjang Tol Cikampek-Cipularang hingga wilayah Polda Metro Jaya perlu disesuaikan.

Baca Juga: 441 Ribu Tiket Kereta Api Lebaran 2025 Sudah Terjual

"Ketika Tol Japek Selatan II difungsikan, beban arus kendaraan di Cikampek akan berkurang. Namun, di titik akhir tol ini, baik di KM 37 maupun KM 34, strategi pengaturan lalu lintas mungkin akan berbeda," jelasnya.

Pembahasan lebih lanjut mengenai kesiapan Tol Japek Selatan II akan dilakukan dalam pertemuan lanjutan antara Kakorlantas dan pemangku kepentingan terkait.

Tujuannya adalah memastikan skenario terbaik untuk mengelola lonjakan volume kendaraan selama musim mudik Lebaran 2025.

Agus menegaskan, Operasi Ketupat 2025 akan menerapkan sejumlah penyesuaian berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, demi menciptakan perjalanan mudik yang lebih tertib, aman, dan lancar.

"Ada beberapa pelajaran dari tahun lalu yang menjadi dasar perubahan strategi tahun ini," ungkapnya.

Salah satu langkah konkret yang akan diterapkan adalah pembatasan operasional kendaraan bertonase besar.

Kakorlantas meminta para pengusaha transportasi untuk membatasi pergerakan kendaraan sumbu tiga ke atas di jalan tol maupun jalur arteri selama masa Operasi Ketupat 2025.

Baca Juga: Beragam Project Perjuangkan Pulau Pari dari Konflik Lingkungan dan Krisis Iklim yang Rugikan Nelayan

Keputusan ini diambil setelah banyaknya keluhan dari masyarakat terkait kemacetan akibat truk-truk besar yang menghambat arus lalu lintas.

Selain itu, kendaraan berat kerap menimbulkan risiko kecelakaan akibat rem blong dan kelebihan muatan.

Guna memastikan kebijakan yang tepat, Kakorlantas telah melakukan survei jalur dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk merumuskan solusi terbaik dalam penanganan arus mudik Lebaran.

"Kami akan membawa hasil survei ini ke rapat tingkat pusat untuk menentukan langkah yang paling efektif dalam pengelolaan lalu lintas selama Operasi Ketupat 2025," pungkas Agus.

Dengan berbagai persiapan ini, diharapkan perjalanan mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan lebih efektif, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.