Bertemu Menteri Haji Arab Saudi, Menag RI Minta Fasilitas untuk Jemaah Indonesia Ditingkatkan

AKURAT.CO Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, bertemu dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq Fawzan Al-Rabiah di Masjidil Haram, untuk membahas berbagai isu strategis terkait penyelenggaraan ibadah haji.
Dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam, salah satu hal yang dibahas adalah upaya penyempurnaan layanan bagi jamaah Indonesia, yang merupakan salah satu jemaah haji terbesar di dunia.
"Alhamdulillah kami baru saja melakukan pertemuan dengan Menteri Haji, Dr. Tawfiq. Alhamdulillah kami diterima dengan baik di Masjidil Haram. Lebih dari satu jam kami membicarakan beberapa hal, salah satunya permintaan beliau agar Kementerian Agama RI lebih siap menghadapi haji mendatang karena ada penyempurnaan-penyempurnaan yang perlu dilakukan," kata Nasaruddin Umar.
Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar Bertolak ke Arab Saudi Bahas Persiapan Haji 2025
Dalam pertemuan tersebut, Nasaruddin menyampaikan sejumlah permintaan untuk meningkatkan kenyamanan jamaah haji Indonesia. Salah satu isu utama yang dibahas, adalah alokasi zona satu di Mina agar jamaah tidak lagi ditempatkan di Mina Jadid, sebuah area yang jaraknya lebih jauh dari Jamarat, lokasi pelaksanaan lempar jumrah.
"Alhamdulillah itu diapresiasi," ujarnya.
Selain itu, dia juga meminta tambahan jumlah petugas haji, termasuk dokter dan tenaga kesehatan. Permintaan ini dilatarbelakangi oleh panjangnya daftar tunggu haji di Indonesia, yang mencapai 48 tahun.
Akibatnya, mayoritas jamaah yang berangkat adalah jemaah lanjut usia, dan membutuhkan pendampingan serta layanan kesehatan yang lebih intensif.
"Rencananya akan ada pengurangan jumlah petugas hingga 50 persen, tapi kami meminta agar jumlah petugas setidaknya bisa bertahan seperti tahun lalu," tambahnya.
Isu lainnya adalah peningkatan fasilitas untuk jamaah haji Indonesia. Menurutnya, jumlah jamaah haji Indonesia yang terbesar di dunia memerlukan apresiasi khusus dari Pemerintah Arab Saudi, termasuk dalam hal fasilitas penginapan dan layanan pendukung lainnya.
Baca Juga: Asyik! Jemaah Haji Indonesia 2025 Akan Dapat Makan Setiap Hari
Nasruddin juga mengangkat isu terkait murur, atau perjalanan lintas jalan tertentu yang lebih singkat bagi jamaah. "Kalau murur diperbolehkan oleh fatwa Majelis Ulama, itu akan sangat membantu kelancaran pergerakan jamaah, terutama karena jamaah Indonesia adalah yang paling banyak," jelasnya.
Selain itu, dia juga menyampaikan wacana pelaksanaan Dam di Indonesia. Dam adalah denda berupa penyembelihan hewan bagi jamaah haji yang melanggar ketentuan tertentu dalam ibadah haji.
"Ada wacana di Indonesia, apakah Dam boleh dilaksanakan di sini? Artinya, kambingnya dipotong di Indonesia dan distribusinya untuk masyarakat Indonesia. Menteri Haji mengatakan, jika fatwa Majelis Ulama setempat membolehkan, maka mereka tidak ada masalah," ungkap Nasaruddin.
Menurutnya, pelaksanaan Dam di Indonesia dapat mengurangi beban Arab Saudi sekaligus memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat Indonesia. Nasaruddin menyebutkan, bahwa praktik serupa telah dilakukan di beberapa negara, termasuk Turki.
Topik lainnya yang dibahas adalah tanazul, yakni sistem pengaturan keberangkatan jamaah haji secara bertahap dari Mina. "Kalau tanazul dikelola oleh Indonesia, itu bisa lebih melonggarkan pergerakan di Mina," jelas Nasaruddin.
Mengenai transportasi, dia menegaskan bahwa Garuda Indonesia tetap menjadi prioritas untuk mengangkut jamaah haji, meskipun kemungkinan alternatif lain tetap dibuka.
"Kami juga diskusikan supaya pembookingan hotel dilakukan lebih awal dengan prinsip first come, first serve. Hal ini penting agar jamaah mendapatkan fasilitas terbaik," tambahnya.
Nasruddin mengungkapkan, bahwa pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana cair. Menteri Haji Arab Saudi bahkan mengajak Indonesia, untuk berperan aktif dalam pemberdayaan umat Islam di tingkat global.
"Beliau sangat berharap Menteri Agama RI bisa ikut bersama-sama dengan Pemerintah Arab Saudi untuk memikirkan umat Islam secara global dan komprehensif. Konferensi internasional tentang penguatan umat Islam ke depan juga akan melibatkan Indonesia, bukan hanya dalam urusan haji, tetapi juga pemberdayaan umat secara luas," ujar Nasaruddin.
Wandha Chintya Nurululita
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya








